Lompat ke isi utama
musyawaraha desa libatkan difabel

Musyawarah Desa Kebak Kecamatan Jumantono Kabupaten Karanganyar Libatkan Difabel

Solider.or.id, Karanganyar- Dalam penyusunan Rencana Kerja Pembangunan Desa (RKPDes) di proses musyawarah desa (musdes) harus direncanakan dengan baik, sebab penentuan kegiatan perlu dipersiapkan. Kegiatan harus jeli dengan perencanaan yang tepat. Demikian dikatakan oleh Sidik Santoso, Kasi Pemberdayaan Masyarakat Desa Kecamatan Jumantono mewakili camat setempat dalam sambutan di musyawarah desa (musdes) bertempat di Aula Balai Desa Kebak, Senin (25/9).

Dalam musyawarah desa yang diikuti oleh perwakilan difabel tersebut juga dibicarakan tentang rencana pendirian Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Pembentukan BUMDes melalui tahapan-tahapan, dan jenis usaha yang dipilih harus dimusyawarahkan dahulu.  Termasuk di dalamnya adalah dibentuknya tim kaji. Pada pelaksanaan program tahun sebelumnya, masing-masing desa di Kecamatan Jumantono, memiliki sisa dana desa sebesar 300 juta. Demikian informasi dari Warto, Kepala Desa Kebak.

Mengakomodir Difabel Dalam Proses Perencanaan Pembangunan Desa

Susilo Handoko, pendamping desa dari Kemendes mengatakan bahwa telah ada arahan dari Bupati Karanganyar, pada waktu pelaksanaan porda (pekan olah raga daerah) belum lama ini, agar difabel diakomodir dalam perencanaan pembangunan desa. Dasar hukum untuk itu sudah ada yakni Permendagri Nomor 114 tahun 2012 dan Peraturan Kemendes Nomor 22 tahun 2012.

Istini Anggoro fasilitator dari PPRBM Solo mengemukakan perihal difabilitas dan inklusivitas yang masih dipahami sebagai pengetahuan baru bagi desa. Hal ini dikuatkan dengan adanya beberapa pertanyaan dari salah seorang perangkat desa setempat mengenai pengertian difabel dan klasifikasi menurut hambatan yang dialami.

Kepada Solider, Riyono, perwakilan difabel mengatakan bahwa ini pengalaman baru baginya mengikuti musyawarah desa yang sebelumnya belum pernah dilibatkan. “Saya jadi tahu bagaimana proses perencanaan dan respon dari masyarakat tentang keterlibatan terman-teman difabel, yang diharapkan bisa berpartisipasi. Untuk saat ini kami memang belum memiliki kelompok karena masih berjuang mengumpulkan teman-teman untuk berkomunitas,”ujar Riyono.

Ada empat prioritas pembangunan di Desa Kebak, yakni pembentukan BUMDes, pembangunan embung desa dan sorga (sarana olah raga) desa serta pemberdayaan. (Puji Astuti) 

The subscriber's email address.