Lompat ke isi utama
gambar ikon aksesibilitas

Difabelitik

Difabel, masih sering disebut dengan Penyandang Disabilitas memiliki banyak ragam dan variasi. Ragam variasi menurut kategori klinis, sosiologis maupun lainnya. Berkaca dari hal tersebut perlu dikenalkan secara lebih utuh tentang ragam difabilitas, bagaimana cara pandang difabel dalam memandang dirinya sendiri maupun lingkungannya. Keunikan-keunikan yang belum dikenal bahkan tidak diketahui khalayak. Kategori tulisan baru Difabelitik akan mengenalkan seluk beluk difabel, yang akan dieksplorasi secara bebas namun menurut kaidah Pedoman Media Siber yang umum. Dari difabel untuk difabel.

Guiding Block misalnya, mendapatkan perlakuan yang selalu saja salah dan dianggap tidak penting. Hal ini dikarenakan sosialisasi dari pihak pemerintah yang tidak meluas tentang arti penting Guiding Block, sehingga para pedagang kakilima tetap saja membuka lapak di atasnya. Bahkan banyak sekali rambu-rambu lalu lintas yang terbuat dari besi berdiri gagah di atas trotoar dan menimpa Guiding Block. Sisi penting yang tersingkirkan akan adanya Guiding Block tentu saja membuat teman-teman difabel netra tidak terbantu mobilitasnya namun justeru menjadi terhambat dan tetap harus ekstra hati-hati berjalan meski sudah ada Guiding Block. Dan impaknya pembangunan guiding block seperti tidak ada gunanya karena difabel netra juga kesulitan menggunakannya.

Bagaimana pembangunan infrastruktur yang aksesibel, perencanaan sebaiknya mengajak difabel, meski sarana-sarana existing tetap harus diapresiasi sebagai bentuk kepedulian terhadap aksesibilitas.

Analisis tajam Aksesibilitas

Aksesibilitas adalah perjuangan Difabel untuk kenyamanan semua orang. Bukan hanya difabel yang menikmati jalan, gedung, dan berbagai infrastruktur yang aksesibel. Anak-anak, ibu hamil, orang lanjut usia, ataupun orang yang sakit karena keseleo akan menikmati standar tertinggi aksesibilitas untuk semua pihak. Bukan hal mustahil apabila suatu saat pembangunan infrastruktur yang abai terhadap aksesibilitas adalah bentuk kejahatan tertentu terhadap kemanusiaan.

Difabel adalah praktisi dan pengguna infrastruktur dan layanan. Memiliki pandangan dan kebutuhan yang spesifik, berbeda-beda namun dalam kerangka aksesibilitas yang bisa dipahami. Analisis terhadap lingkungannya bukan sebuah cemooh dan cercaan, dapat dibayangkan bagaimana seseorang yang ingin mandiri, tidak ingin merepotkan orang lain dan menyelesaikan persoalannya sendiri harus meminta bantuan kepada orang lain karena layanan dan fasilitas umum yang tidak sesuai dengan UU Nomor 28 tahun 2002 tentang Bangunan Gedung dan UU Nomor 8 tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas.

Perlakuan yang tidak tepat atau sesuai kebutuhan Difabel adalah pekerjaan panjang yang harus diselesaikan, apalagi di tengah krisis sosial saat sekarang dimana perilaku saling menolong dan memahami orang lain berada jauh dibawah kepentingan individual yang tidak akan pernah tercukupi serta atmosfir pemahaman yang sesat terhadap nilai-nilai kompetisi.

Apresiasi Kejadian

Banyak cerita dan kisah yang dialami secara langsung oleh difabel. Setiap difabel memiliki cerita, baik menyenangkan, kecewa, maupun salah paham terhadap difabel. Media informasi Solider menyediakan diri sebagai lapak untuk saling berbagi cerita pengalaman maupun impian baik tentang difabel dan aksesibilitas sebagai konten positif di tengah krisis kepercayaan terhadap media yang sekarang dipenuhi dengan berita hoax dan saling hasut demi kepentingan kelompok politik tertentu. Bermacam sudut pandang difabel dapat menjadi acuan yang netral dan jernih dalam mengapresiasi pengalaman masing-masing sekaligus penyebarannya yang bisa saling dimanfaatkan sebagai sebuah produk pengetahuan.

Hikmah kejadian dapat muncul dari berbagai sudut. Mencari hikmah kejadian didahului dengan cara mengapresiasi apa yang terjadi dengan membalik logika misalnya hambatan kita anggap sebagai tantangan yang perlu diselesaikan. Sebab kemanusiaan dan peradaban akan berjalan dan memiliki progres ketika dapat mengapresiasi berbagai pengalaman. Tidak dicari masalahnya namun mencari tantangan bagaimana mengatasi dan hidup menjadi bagian dari solusi, bukan menjadi bagian dari permasalahan yang akan terkatung-katung tidak ada yang menyelesaikannya.

Manajemen Pengetahuan

Beragam upaya dan prestasi telah dilakukan difabel untuk mencapai cita-citanya. Ragam prestasi dan pemanfaatannya adalah produk pengetahuan selain idea pemecahan masalah. Berkembang dari satu solusi masalah ke solusi permasalahan lainnya. Tidak terkategorikan memang, karena dari sudut pandang dan analisa difabel sendiri. Untuk itulah hadir kategori difabelitik dan mengundang rekaman perjalanan kehidupan teman-teman untuk dituliskan.

The subscriber's email address.