Lompat ke isi utama
suasana workhsp PRB inklusif

Jadi Daerah Rawan Bencana, Difabel Padang Berlatih PRB Inklusif

Solider.co.id, Padang – Penanggulangan resiko bencana (PRB) yang inklusif dan pembuatan sekolah/madrasah aman bencana (SMAB) menjadi topik dan isu hangat dikalangan pemerintah baik nasional maupun daerah. Kota Padang menjadi salah satu daerah yang tengah mengedepankan isu ini. Hal ini karena dari empat belas kategori bencana, dua belas diantaranya berpotensi terjadi di wilayah Sumatera Barat. Hal tersebut diungkapkan  Silma Desi poll of fasilitator BPBD Sumatera Barat dalam workshop SMAB di SLB YPPLB, Rabu (13/9).

Menurut Silma Desi difabel dan anak difabel memiliki resiko yang lebih tinggi terdampak bencana, dikarenakan kurangnya informasi terhadap bencana dan kesulitan untuk menyelamatkan diri ketika terjadi bencana.  Workshop tentang PRB inklusif sangat penting  karena sebaagai perpanjangan tangan penyampaian informasi terkait cara penyelamatan diri. Peserta yang ikut dalam workshop ini nantinya diharapkan mampu menyalurkan informasi kepada anak difabel tentang kebencanaan.

SLB YPPLB merupakan salah satu sekolah yang mendapatkan dana untuk pembuatan SMAB, sebab  berada dalam zona merah. Oleh karena itu dilakukan workshop yang diperuntukan kepada tenaga pengajar. Usai workshop berelangsung,  peserta diharapan bisa memberikan informasi kepada siswa difabel bagaimana menyelamatkan diri ketika terjadi bencan. Workshop ini akan berlangsung selama tiga hari dari tanggal 13 – 16 tutur Neni Kasmeri selaku ketua panitia pelatihan ini.

Fasilitator dari ASB Indonesia Filipina Rofikul Hidayat mengemukakan selain pengetahuan terhadap penyelamatan difabel dan anak difabel, juga diperlukan pengetahuan tentang tata ruang yang aman terhadap anak. Bagaimana cara mengatur ruangan itu sangat diperlukan apalagi mengingat bencana yang tiba-tiba, pengetahuan ini tidak hanya berguna untuk difabel tapi juga untuk semua kalangan. Sebab dengan mengatur tata ruang yang baik, juga akan menjauhkan kita dari bencana”.

“Informasi terhadap bencana sebaiknya dilakukan sejak dini, diharapkan hal tersebut akan dismpaikan ke generasi selanjutnya, dan hal ini akan menciptakan suatu budaya yang tangguh terhadap bencana,” tutur Rofikul Hidayat. (Atrhy)

The subscriber's email address.