Lompat ke isi utama
menteri Imam Nahrawi saat di acara pelepasan atlet difabel

Berpesan Main Sportif, Menteri Imam Nahrawi Lepas Kontingen Asean Paragames ke-9

Solider.or.id, Surakarta - Menteri Pemuda dan Olah Raga, Imam Nahrawi, melepas dan mengukuhkan kontingen Indonesia untuk Asean Paragames ke-9 yang akan diselenggarakan di Kuala Lumpur (17-23 September) di Ballrooom D’Wangsa Lor In, Selasa (12/9/2017). Pelepasan dan pengukuhan 196 atlet, 53 pelatih dan 19 pendamping dari 11 cabang olah raga disaksikan oleh Senny Marbun, Presiden  National Paralympic Committee (NPC) Indonesia dan jajaran pengurusnya serta Guru Besar UNS, Prof. Dr. Widodo Muktiyo.

Dalam sambutannya, Imam Nahrawi mengatakan bahwa   kejujuran dalam pertandingan adalah mutlak diperlukan, “Tekanan-tekanan dari suporter tuan rumah pasti akan ada, dan mungkin juri yang tidak berpihak, tetapi kita akan sportif baik dan akan menjadi juara yang sportif,”ujarnya usai menyalami seluruh atlet.

Imam Nahrawi menambahkan Asean Paragames Kuala Lumpur akan menjadi tonggak pelajaran penting karena tahun 2018 Indonesia akan menjadi tuan rumah Asian Paragames. “Perhatikan aturan main, dan jika ada keluhan wajib untuk ditulis dan dilaporkan kepada pendamping,”imbuhnya.

Menteri juga mengingatkan kepada para pelatih dan pendamping agar mengecek obat doping yang terindikasi sebagai dopping sebab jika ada yang tidak cermat bisa dilaporkan. Karena setelah sebelumnya menteri mengecek kamar dan fasilitas atlet, seperti toilet, tempat tidur dan obat-obatan, ada yang harus diselesaikan. “Jangan sampai kita sudah sampai Malaysia, atlet malah secara tak sengaja meminum obat yang mengandung doping.”  

Persiapan Maksimal dan Target Juara Umum

Target menjadi juara umum disampaikan oleh Senny Marbun, Presiden NPC Indonesia kepada awak media. “Kami sangat yakin kita juara umum di Asean Paragames 2017 Malaysia ini dengan saingan terberat adalah Malaysia dan Thailand,”ucap Senny Marbun.

Penjelasan juga disampaikan oleh dr. Yanti, tim medis, “Kalau persiapan teman-teman atlet sudah siap, tinggal doanya. Pelatnas kita mulai bulan Juni tahun lalu ada beberapa cabang olah raga mulai tahap pertama, terus mulai februari mulai tahap kedua. Terutama cabang-cabang olah raga adalah cabang andalan yang berpeluang mendapat medalinya. Jadi kalau secara keseluruhan kita maksimal,”jelasnya.

Dari dr. Yanti juga diperoleh keterangan bahwa cabang olah raga volli duduk tidak jadi dipertandingkan. Informasi didapatkan sejak beberapa waktu lalu. “Panitia pertandingan sudah memberitahu sekitar sebulan yang lalu,”pungkas dr.Yanti. 

 

The subscriber's email address.