Lompat ke isi utama
suasana workhsop intervensi dan stimulasi dini

Kenali Anak Autisme dengan Intervensi dan Stimulasi Dini

Solider.or.id, Semarang – untuk mengenal dan memahami penanganan terhadap anak dengan autisme,  Yayasan Yogasmara menyelenggarakan whorkshop terkait intervensi dan Stimulasi dini pada anak dengan autisme. Kegiatan berlangsung di sekretariant Roemah D (Roemah Difabel) Jalan Mt. Haryono 266 Semarang pada (9/9). Workshop  sehari tentang Intervensi dan Stimulasi Dini Pada Anak Dengan Autisme dihadiri oleh  orang tua anak dengan autisme dan beberapa guru PAUD dan SLB di sekitar Semarang.

Dalam workshop tersebut disampaikan tentang apa itu autisme.  Meski beberapa yang hadir adalah orangtua dari anak dengan diagnosis autisme, namun beberapa dari  orangtua belum memahami benar tentang apa itu autisma dan bagaimana penanganannya. “Autisma merupakan gangguan dalam perkembangan yang mengacu pada masalah komunikasi, interaksi sosial dan emosi yang mulai nampak sejak anak berusia di bawah 3 tahun.” Papar Lani Setyadi, S.Pd, Founder dan Theraphis di Yayasan Yogasmara.

 Lebih lanjut, Lani Setyadi dalam materinya menyampaikan bahwa ada beberapa hal  yang harus segera dilakukan orangtua saat anak dinyatakan terdiagnosa autisme, antara lain: Pertama,  Bertanya. Sebagai orangtua kita harus aktif bertanya dan mencari informasi terkait autisma, karena semakin banyak informasi yang kita miliki, akan semakin menguatkan kejiwaan kita dalam menangani dan memdampingi anak dengan autisma. Kedua, Belajar, belajar mempunyai arti bahwa sebagai orangtua kita harus terus belajar tentang autisme, karena setiap anak dengan autieme mengalami perkembangan yang berbeda pada tiap kasus dalam masa pertumbuhan mereka. ketiga, Mentor. Keberadaan mentor sangat penting. Selain sebagai tempat berbagi dan bercurah rasa, fungsi mentor akan menguatkan orang tua untuk terus bersemangat dalam mendampingi anak degnan autisme. Mentor adalah teman yang akan mensupport dan mengajarkan orang tua untuk mengenal dan mengawal perkembagan anak.

Dalam melaukan intervensi dini disampaikan pula hal-hal yang perlu dilakukan pada anak-anak dengan autisme. Hal pertama yang dibutuhkan antara lain, perlunya intervensi perilaku, yang dilakukan agar anak dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan. Kedua melalui intervensi wicara yang dilakukan agar anak memiliki kemampuan bicara sehingga dapat berkomunikasi dan diterima di lingkungan masyarakat sekitarnya. Hal ketiga yang diperlukan adalah memperbaiki asupan makanan melalui diet GF, CF, SF, serta perlunya terapi lain, seperti terapi sensory, terapi integrasi, dan terapi okupasi yang fungsinya menunjang “pengembalian” berbagai fungsi sensorik, motorik dan kognitif agar pemulihan berhasil dengan cepat.

Beberapa kegiatan dilakukan sebagai intervensi dini sehingga berguna untuk mengarahkan perilaku anak demi meningkatkan kemampuan komunikasi dan menghilangkan gangguan yang ada. Intervensi yang diperlukan pada anak autisme antara lain, Sensory integration therapy, berguna untuk membuat kolaborasi fungsi indra pada anak agar berjalan dengan baik sehingga anak bisa beraktivitas, menyerap pengalaman dengan lingkungan  dan merespon dengan baik. Terapi Okupasi, terapi ini terkiat motorik dan koordinasi agar tubuh dapat berfungsi dengan baik untuk menunjang kegiatan harian. (Yanti)

 

The subscriber's email address.