Lompat ke isi utama
logo kerjabilitas

Kerjabilitas Bantu Aksesibilitas Bangunan Kantor Facebook Indonesia

Solider.or.id.Yogyakarta. Kerjabilitas, sebuah organisasi nirlaba yang menghubungkan difabel dengan lapangan pekerjaan dan peluang karir lain. Kerjabilitas menggunakan teknologi  dalam membantu masyarakat terhubung dengan pencari kerja, mendapatkan hak-hak mereka dan memiliki kehidupan yang lebih baik.

Pada Agustus 2017 Kerjabilitas resmi bermitra dengan Facebook (FB) Indonesia. Yakni sebuah perusahaan yang melihat bahwa aksesibilitas merupakan bagian dari mendorong inklusi dan mengelola keberagaman, lebih dari sekedar mengikuti peraturan pemerintah.

“Kerja sama tersebut dituangkan dalam bentuk penandatangan kontrak (MOU) per project, yang akan berlangsung hingga deliverables (sesuatu yang bisa disediakan sebagai produk dari proses) terpenuhi.”

Hal tersebut disampaikan oleh CEO Kerjabilitas, Rubby Emir kepada Solider, Kamis (31/8/2017). Ia juga menjelaskan perihal kronologi kerja sama dengan Facebook terbangun. Dihubungi pada enam bulan lalu, tepatnya Februari 2017 oleh Facebook Singapura (waktu itu FB Indonesia belum dibuka). Yakni terkait dalam hal membantu Facebook meningkatkan aksesibilitas pada kantor yang baru mereka buka di Indonesia.

“Kerjabilitas dipercaya sebagai konsultan peningkatan aksesibilitas fisik kantor FB Indonesia yang baru dibuka sebulan yang lalu. Selain itu juga sebagai mitra atau partner dalam perekrutan karyawan difabel untuk kantor FB Indonesia,” jelas Rubby.

Lebih lanjut Rubby menjelaskan bahwa waktu itu Facebook sedang mencari mitra guna membantu rekrutmen difabel untuk kantor FB Indonesia. Kerjabilitas dinilai sebagai orgaisasi penghubung tenaga kerja difabel yang paling tepat. Pasalnya sebelumnya Facebook sudah menghubungi beberapa lembaga dan perusahaan lain, akan tetapi kurang cocok.

“Sejak itu komunikasi intensif dilakukan antara Kerjabilitas dan Facebook. Hingga bulan Agustus 2017 Kerjabilitas resmi bermitra dengan Facebook Indonesia,” ungkap Rubby pria dengan style rambut digelung itu.

Terkait dengan bagaimana Kerjabilitas mewujudkan kerja sama tersebut, kata Rubby yakni dengan melakukan penilaian dari luar ke dalam, menggunakan panduan yang diadopsi dari praktik baik di negara lain. Penilaian dilakukan dengan melibatkan tim difabel dari kerjabilitas untuk mencoba sekaligus memberikan rekomendasi tentang akomodasi yang layak.

Penilaian dari luar ke dalam jelas dia yakni sebuah pendekatan yang digunakan dalam melakukan penilaian aksesibilitas. Fasilitas di luar yang dinilai yakni seperti tempat parkir, rute masuk kantor, dan lain sebagainya, berlanjut pada fasilitas di dalam kantor.

Sadar konsep keberagaman

Pada akhir perbincangan dengan Solider melalui media sosial WathsApp, Kamis (31/8) Rubby memaparkan pandangannya tentang bagaimana mendorong inklusivitas dalam keberagaman. “Mendorong inklusi dan mengelola keberagaman bisa dimulai dengan meningkatkan kesadaran terhadap konsep keberagaman dan inklusi itu sendiri,” ujarnya.

“Kemudian dengan mulai melakukan penilaian (lebih baik dengan melibatkan difabel atau DPO), kemudian menyusun peta jalan menuju organisasi atau perusahaan inklusi,  di dalamnya dimasukkan rencana transisi peningkatan aksesibilitas (akomodasi yang layak) dan kemudian merekrut difabel,” pngkas Rubby. (hnw).

Lebih banyak tentang Kerjabilitas, kunjungi Link berikut: https://www.facebook.com/kerjabilitas/.

 

The subscriber's email address.