Lompat ke isi utama
Icha Cerebral Palsy

Aisyah Cahyu Cintya, Hadapi Bullying Sejak Kecil

Solider.or.id, Purwokerto-- Aisyah Cahyu Cintya, gadis dengan Cerebral Palsy(CP) kerap menjadi korban risak atau Bullying. Ia mengaku kerap disangka pengemis ketika mencoba aktif dengan mobilitasnya di ruang publik. Gadis tujuh belas tahun yang akrab dipanggil Icha ini resah dengan perilaku orang lain. Ia ingin diperlakukan seperti manusia pada umumnya.

Cerebral Palsy tak menghalanginya untuk menempuh pendidikan sampai sekolah menengah atas. Ia mendapatkan bullying atau risak dari lingkungan sekitarnya karena kondisinya yang berbeda. Mulai dari dijauhi, dicela dengan kata-kata, hingga diperlakukan tidak selayaknya manusia biasa. Salah satu pengalaman yang ia sampaikan pada Solider beberapa waktu lalu adalah, ketika ia berniat pergi ke warnet untuk scan ijazah. Saat itu, belum sempat Icha mengatakan sesuatu, penjaga warnet bergegas memberi uang Rp 500 layaknya pengemis.

“Saya memang sudah sering di-bully. Tapi yang paling membuat saya tertekan, shock, dan sakit adalah persitiwa terakhir tersebut. Saya datang, membuka pintu, seketika itu langsung diberi koin 500 perak, pun mengulurkan uang perak tersebut tanpa melihat saya. Ini sangat tidak manusiawi,” keluhnya.

Icha kerap menulis kata-kata mutiara di sebuah group facebook “Love Cerebral Palsy”. Ia sangat terkesan dengan pesan teman facebook-nya bernama Joselin J V Valiant. Dia bertutur bahwa ia harus keluar dari kesedihan untuk mengatasai rasa sakit yang dihadapinya, mulai berpikir dan bertindak positif.

“Saya terkesan dan sadar. Saya tidak bisa memaksa orang lain berpikir dan bertindak seperti yang saya inginkan. Benar bahwa marah itu bukan cara untuk menyelesaikan masalah, dan menghapus rasa sakit hati,”tutur Icha.

Anak pasangan Sukemi Astuti dan Pitoyo tersebut, mulai menyadari bahwa penghargaan dari orang lain akan datang ketika kita memang berharga. Penghargaan tidak bisa datang begitu saja, tanpa melakukan sesuatu.

“Saya ingin menunjukkan bahwa saya bisa melakukan apa saja sebagaimana orang pada umumnya,” tegasnya.

Dia berharap kepada masyarakat di Banyumas agar memberikan kesempatan bagi kelompok difabel untuk mengekspresika diri dan mengoptimalkan kemampuan. Salah satu faktor yang membuat Icha menjadi percaya diri adalah apresiasi dan dukungan dari orang-orang di sekitarnya.

The subscriber's email address.