Lompat ke isi utama
Ilustrasi gambar saat Pemilu Legislatif di Yogyakarta

Pentingnya Kolom Difabel di Segala Macam Pendataan

Oleh: Safrina Rofasita

Sekitar tiga bulan yang lalu, saya mendapatkan undangan kedinasan mengikuti diklat di luar Jawa. Kebimbangan terjadi, antara berangkat atau tidak, lantaran baru pertama kali mengikuti diklat di luar kota. Lebih dari itu, kebimbangan bahkan ketakutan terjadi karena selama ini, saya jarang menuliskan identitas disabilitas pada formulir-formulir pengisian data diri. Hal itu terjadi karena jarang bahkan tidak pernah ada kolom disabilitas pada formulir, termasuk formulir pendataan pegawai di mana data peserta diklat diambil dari sana. Wajar, sekiranya saya khawatir. Jangan-jangan pihak panitia terkejut, ketika diketahui pesertanya ada yang difabel.

Atas kejadian tersebut saya menganggap kolom difabel sangat penting untuk berbagai keperluan. Dari kolom tersebut difabel secara tidak langsung dapat menyampaikan kebutuhan khususnya. Sebaliknya, pihak lain sebagai penerima informasi tersebut akan memberikan respon tentang fasilitas yang diperlukan.

Adanya kolom difabel seperti halnya pada isian data identitas, sebenarnya mudah, hanya perlu nambah satu kolom saja. Pada data identitas biasanya ada kolom nama lengkap, tempat tanggal lahir, alamat, dan lain-lain, kemudian ditambah adanya kolom disabilitas. Pada kolom disabilitas dimaksudkan agar dapat diisi dengan jenis disabilitas bagi penyandangnya. Sebaliknya, bila yang bersangkutan bukan difabel, maka kolom tersebut dapat diisi dengan hal lainnya atau dikosongkan, atau diberi tanda tertentu.

Tingkatkan Partisipasi

Adanya kolom disabilitas secara tidak langsung mendorong partisipasi penyandang disabilitas dalam pelaksanaan urusan publik, sebagaimana diamanatkan dalam Convention On The Rights Of Persons With Disabilities (CRPD). Bahwa negara-negara pihak yaitu negara yang telah meratifikasi CRPD termasuk Indonesia, berkewajiban menjamin agar difabel dapat berpartisipasi secara efektif dan penuh, baik di bidang politik maupun publik.

Kenyataannya saat ini, jangankan pada formulir identitas dari instasi atau lembaga tertentu, kartu identitas Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan paspor yang merupakan identitas diri yang dimiliki setiap warga negara tidak tercantum adanya kolom difabel. Mungkinkah hal itu dapat dilakukan ke depannya?Kolom difabel di KTP juga berarti pengakuan negara terhadap keberadaan difabel.

Selain itu, keberadaan kolom disabilitas pada kartu identitas diri baik di KTP maupun kartu lainnya, memiliki manfaat dalam memberikan akses yang lebih luas bagi pemegangnya (disabilitas) khususnya dalam hal akses kesehatan. Pemerintah telah menganggarkan untuk disabilitas melalui Jaminan Kesehatan Khusus (Jamkeshus), akan tetapi, berbagai kendala yang ditemui difabel d dalam memperoleh haknya. Kurangnya sosialisasi menjadikan anggaran tersebut tidak dimanfaatkan dengan baik.

Sensus ekonomi yang akan berjalan beberapa bulan lagi seharusnya melibatkan difrabel. Penyediaan kolom difabilitas dalam sensus difabel menjadi penting, sekaligus dengan kolom pemasukan dan pengeluaran difabel yang sekaligus dapat menjadi bukti kerentanan difabel. Difabel masuk dalam kelompok rentan yang penjaminan dan perlindungan hak asasi manusia wajib menjadi perhatian pembuat kebijakan.

Penulis adalah pengurus Wahana Keluarga CP (WKCP), GTY SLB Yapenas, Mahasiswa Pascasarjana BKI, Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga

The subscriber's email address.