Lompat ke isi utama
Diskusi tentang pengurangan risiko bencana dan difabilitas.

Difabel Lebih Rentan Saat Terjadi Bencana

Solider.or.id, Solo – Pada saat terjadi bencana, difabel mengalami dua sampai empat kali lebih rentan. Hal ini dikatakan Pradytia Putri dari Arbeiter-Samariter-Bund (ASB) dalam pelatihan pengurangan resiko bencana (PRB) inklusif pada Senin (12/10/2015 di Hotel Aston Solo.

Lebih lanjut dia memaparkan ada dua penyebab kerentanan difabel, pertama adalah kondisi difabilitas, adapun yang kedua lingkungan yang tidak aksesibel.

PRB inklusif menjadi seperti perhatian. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) misalnya mengeluarkan kebijakan terkait hal tersebut.

“Di 2014 BNPB mengeluarkan undang-undang partisipasi khusus melalui Peraturan Kepala BNPB no. 14 tahun 2014 mengenai Penanganan Perlindungan dan Partisipasi Disabilitas,” jelas Pradytia.

Ditemui di sela-sela pelatihan, Program Manager ASB Indonesia ini menyebutkan bahka kegiatan ini memiliki dua tujuan. Tujuan pertama membekali pengetahuan PRB bagi Disabled People Organization (DPO) se-Solo Raya. Adapun tujuan kedua adalah menyiapkan partisipasi aktif difabel dalam peringatan bukan PRB yang akan dipusatkan di Solo 16-18 Oktober mendatang.

Sementara itu salah satu peserta Yusfi Aldi mengapresiasi kegiatan pelatihan ini. Peserta dari Paguyuban Sehati Sukoharjo ini merasa pelatihan semacam ini penting bagi difabel.

“Sangat bagus sekali karena menambah pengetahuan tentang PRB. Ya nanti kita bisa sampaikan ke komunitas kita sehingga mereka mengerti,” tuturnya.

Kegiatan yang difasilitasi oleh ASB Indonesia ini diikuti oleh pegiat isu difabel dari wilayah Solo Raya. DPO yang terlibat diantaranya Paguyuban Sehati, Perkumpulan Penyandang Cacat Klaten (PPCK), Gerakan untuk Kesejahteraan Tuna Rungu Indonesia (Gerkatin)  Solo, dan Deaf Volunteer Organization (DVO) Solo.

The subscriber's email address.