Lompat ke isi utama

Musrenbang Kecamatan Serengan Surakarta Libatkan Difabel

Solider.or.id, Surakarta- Musrenbang Kecamatan Serengan Surakarta yang berlangsung pada 13 Februari 2015  lalu melibatkan difabel sebagai peserta. Masuk dalam komisi III yang membidani Sosial dan Budaya (Sosbud), Sri Sudarti mengatakan bahwa meski pada Musrenbang Kecamatan belum disinggung tentang isu difabilitas dirinya tampak tak berkecil hati. “Di tingkat Musrenbang kelurahan kami sudah diakomodasi, dalam bentuk Forum Gerak Difabel. Sedangkan di kecamatan, saya lagi usulkan sebuah acara di bulan ini untuk pengarusutamaan isu difabel bekerja sama dengan dinas sosial dan didukung oleh Camat Bu Islamtini,”tutur ibu tiga anak yang sehari-hari bekerja paruh waktu di Kecamatan Serengan yang  menangani PKK.

Musrenbang Kecamatan Serengan yang sebelumnya dilakukan pra Musrenbang, bertema memprioritaskan penataan kebijaksanaan dan kelembagaan perangkat daerah yang bersih, transparansif, demokratisasi, partisipasif serta akuntabel guna mewujudkan 3 WMP (waras, wasis, wareg, mapan&papan).

Dalam sambutannya mewakili wali kota, sekretaris daerah  Budi Suharto  mengatakan bahwa kota yang mandiri tidak hanya mengurusi masalah (anggaran) belanja, namun juga masalah tunggakan seperti PBB harus dipikirkan dan dikerjakan bersama di forum seperti Musrenbang. Ada tiga anggota DPRD Surakarta yang hadir yakni Paulus Haryoto, Silvester Ronny Kamtoro dan  Taufiqurrahman. 

Jumat (20/2/2015) Solider menemui sekretaris kecamatan Serengan, Slamet Handayani yang memberikan komentar bahwa penyempurnaan perumusan dari hasil Musrenbang Kecamatan Serengan baru selesai Jumat malam. “Baru malam nanti tim penyempurna rumusan menyelesaikan pekerjaannya,”tutur Slamet Handayani. Ditanya tentang apakah Musrenbang Kecamatan Serengan cukup akomodatif terhadap isu-isu difabilitas, dirinya belum bisa menjawab. “Fungsi kecamatan adalah koordinator dari wilayah-wilayah. Yang punya dana itu kan kelurahan sehingga ada program-program. Di Musrenbang kelurahan  yang dirumuskan adalah hasil program,  ada yang dibawa ke Musrenbang kecamatan  dan ada yang dilaksanakan oleh kelurahan. Yang dibawa ke Musrenbang Kecamatan  diusulkan ke SKPD-SKPD,”papar Slamet Handayani.

 

 

The subscriber's email address.