Lompat ke isi utama
Avida Zulia Mega.

Avida Zulia Mega, Difabel Netra Mahasiswa Baru UNS Sebelas Maret

Solider.or.id, Surakarta- Avida Zulia Mega, difabel netra mahasiswa baru jurusan Pendidikan Luar Biasa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret (PLB FKIP UNS) Surakarta menyatakan kesiapan diri untuk menjalankan komitmen sebagai mahasiswa.  Ditemui di sela-sela Orientasi Studi Mahasiswa Baru (Osmaru) di Auditorium UNS Sebelas Maret baru-baru ini, Mega yang berprestasi di seni vokal saat masih bersekolah di SMK N 8 Surakarta menyampaikan pendapatnya.

“Saya  punya keinginan untuk serius belajar huruf Braille mulai sekarang. Tentang hobi dan karir menyanyi, saya  punya target mana yang lebih penting. Keduanya bisa dijalani bersama.Cita-cita saya  menjadi guru di SLB,”tutur Mega.  

Avida  Zulia Mega diterima lewat jalur ujian tulis Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) dan calon penerima beasiswa Bidikmisi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

”Hari pertama Osmaru saya berangkat dari asrama dengan berjalan kaki ke shelter Batik Solo Trans (BST) menuju kampus lalu turun dan berjalan hingga bertemu dengan kawan yang bisa saya tanyai tentang gedung yang dipergunakan untuk Osmaru,”jelas Mega, sulung dari dua bersaudara  asal Wonogiri tersebut.

Drs. Subagya, MSi sebagai kepala Pusat Studi Difabilitas LPPM UNS Sebelas Maret  menyatakan bagi calon mahasiswa baru jika ingin berkuliah di UNS maka akses dulu ke Pusat Studi Difabilitas. “Kali ini yang diterima satu adalah Avida Mega, yang saya tidak tahu masuknya melalui seleksi apa. Saya harapkan  mahasiswa baru kalau masuk ke UNS akses dulu ke Pusat Studi Difabel. Maksudnya begini, agar terdata perlu bimbingan atau tidak,”jelas Subagya.

Subagya menambahkan bahwa tujuan melapor agar bisa didata kalau  perlu pendampingan, ada relawan komunitas Gerakan Peduli Indonesia Inklusi (GAPAI). “JIka mahasiswa difabel itu tuna netra maka kalau kesulitan mencari pembaca, lewat lembaga saya kan bisa membantu, juga bisa mengadvokasi jika dia berprestasi,”imbuh Subagya.

 

The subscriber's email address.