Lompat ke isi utama
antri pesawat pakai kursi roda

Difabel Tidak Nyaman Paling Akhir Naik Pesawat

Solider.or.id, Surakarta – Joko Budi Wibowo (35) atlet paralimpik mengeluhkan aturan penumpang difabel terakhir masuk pesawat yang diberlakukan di bandara Sepinggan, Balikpapan. Dia menuturkan pengalamannya saat ditemui di Fakultas Tehnik, Universitas Sebelas Maret (UNS) di kawasan Kentingan, Surakarta pada Selasa (19/8/2014).

“Saya dulu di bandara di Kaltim naik paling akhir setelah semua penumpang duduk. Padahal kan saya harus digendong, jadi rasanya tidak nyaman. Padahal di bandara lain (penumpang) difabel kan masuk duluan dan keluar belakangan,” jelas penyandang polio yang sehari-hari menggunakan kursi roda ini.

Atlet paralimpik asal Pati, Jawa Tengah yang memperkuat tim Kalimantan Timur ini mengaku tidak nyaman dengan aturan tersebut. Menurutnya difabel yang masuk paling akhir menarik perhatian penumpang, ini yang membuatnya risih.

“Saya biasanya dibantu naik pesawat karena tidak ada garbarata, terus diantar ke tempat duduk. Duduknya biasanya di kursi paling depan, tapi kan tetap pas masuk orang pada lihat,” tambahnya.

Joko hadir di UNS pagi itu untuk ikut memamerkan prototype kendaraan bagi difabel. Prototype ini merupakan kreasi empat mahasiswa D3 Tehnik Mesin UNS. Atlet panahan yang sehari-hari tinggal di mess NPC Surakarta ini digandeng para kreator prototype ini guna memberi masukan seputar kebutuhan difabel yang diaplikasikan dalam kendaraan yang mereka buat.

The subscriber's email address.