Lompat ke isi utama
menguak tabir

Sarasehan Ciqal tentang Hak Perempuan Difabel

Solider.or.id- Sleman. Center for Improving Qualified Activity in Live People with Disability (Ciqal), mengadakan sarasehan untuk mensosialisasikan hak-hak perempuan penyandang disabilitas yang selama ini mendapat berbagai bentuk diskriminasi. Sarasehan yang diselenggarakan di kantor Ciqal, Jambon, Trihanggo,Gamping, Sleman, Selasa (10/12/2013) ini, sekaligus memperingati Hari internasional penyandang difabilitas, hari hak asasi manusia (HAM), serta 16 hari tanpa kekerasan terhadap perempuan.

Sarasehan dihadiri tidak kurang dari seratus undangan, di antaranya tim rehabilitas bersumberdaya masyarakat (RBM) empat kecamatan, keluarga dan peyandang disabilitas, Himpunan Wanita Difabel Indonesia (HWDI) se-Daerah Istmewa Yogyakarta, Difabel People Organisation (DPO) yang berkecimpung dalam persoalan disabilitas, Ibu-ibu dasawisma, Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK), musyawarah pimpinan kecamatan (Muspika), Pengadilan Negri dan Agama, kejaksaan, serta dinas terkait.

Tiga pembicara dihadirkan dalam sarasehan, di antaranya Yuni Setia Rahayu, Wakil Bupati Sleman sekaligus sebagai pembicara kunci Sari Murti Dewi, Dekan Fakultas Hukum Universitas Atmajaya Yogyakarta yang aktif menyuarakan hak-hak perempuan, serta Andi Yetriyani, Komisioner Komisi Nasional Anti Kekerasan Terhadap Perempuan (Komnas Perempuan).

Direktur Ciqal, Nuning Suryantiningsih, SH, dalam sambutannya menyampaikan, sarasehan dilatarbelakangi oleh banyaknya korban kekerasan seksual yang terjadi pada difabel perempuan, sampai dengan saat ini tidak mudah untuk dimejahijaukan. Latar belakang lainnya adalah pentingnya menyadarkan perempuan difabel, keluarga perempuan difabel tentang kesehatan reproduksi,  serta mengingatkan pentingnya peran tim Rehabilitas Bersumberdaya Masyarakat (RBM), dan Difabel People Organisation (DPO) untuk dapat memberikan solusi pada difabel perempuan sebagai korban tindak kekerasan.

The subscriber's email address.