Lompat ke isi utama

Janji Pemerintah Memberikan Formasi Khusus Dalam Penerimaan CPNS Tidak Terbukti

Ada yang  berbeda dalam penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dari pelamar umum tahun ini. Perbedaan tersebut adalah dengan adanya  formasi khusus (afirmasi) yang diberikan kepada atltet berprestasi, putra-putri terbaik papua dan penyandang disabilitas. Namun pada kenyataannya, formasi khusus bagi penyandang disabilitas tidak sepenuhnya ada.

Artikel

Eksploitasi Difabel karena Kesempatan Kerja Terbatas

Salah satu masalah mendasar yang dihadapi penyandang difabel adalah sulitnya mendapatkan pekerjaan. Sampai saat ini masih jarang perushaan yang mau mempekerjakan mereka sebagai karyawan, sehingga kondisi seperti ini sering dimanfaatkan pengusaha yang kurang bertanggung jawab. Dan akhirnya eksploitasi tenaga kerja difabel terjadi.

Aksesibilitas Difabel di Pusat Perbelanjaan Mulai Diperhatikan

Kaum difabel pada dasarnya mempunyai keinginanan sama seperti orang non difabel. Salah satu keinginan tersebut adalah kemudahan berbelanja yang sampai saat ini masih terbatas. Seolah pusat perbelanjaan hanya tempat orang-orang non difabel. Namun, kini seiring perkembangan waktu maka pengusaha mulai memperhatikan asksesibilitas bagi difabel tersebut.

Dasar Widodo, Difabel Kandidat Anggota DPRD Bantul

Bertekad menghapuskan diskriminasi, Dasar Widodo, penyandang difabel tubuh asal bantul mancalonkan diri menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bantul, dalam Pemilu 2014 untuk daerah pemilihan empat wilayah meliputi Jetis, Bambanglipuro, Pundong, dan Kretek. Dasar Widodo mencalonkan menjadi anggota DPRD bersama Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Dodo, demikian panggilan akrabnya, adalah difabel daksa korban gempa bumi 27 Mei 2006. Kondisi Dodo sangat parah kemudian sedikit demi sedikit membaik sehingga sekarang mampu berjalan meskipun sedikit pincang.

Djumono, Difabel Kandidat Legislatif Pemilu 2014

Difabel masuk dalam kelompok rentan, tetapi masih dimarginalkan oleh stereotype masyarakat yang masih diskriminatif. Di sisi lain, hak-hak dasar seperti hak ekonomi, hak pendidikan, hak kesehatan, hak politik difabel belum terpenuhi.  

Mewujudkan Dunia Pendidikan Tanpa Diskriminasi

Pendidikan merupakan kebutuhan anak yang harus dipenuhi untuk menunjang masa depan. Sangat sulit untuk dibayangkan jika pendidikan dianggap remeh dalam segala sektor kehidupan. Namun, polemik pendidikan tidak pernah usai sampai saat ini. Berbagai macam pendapat serta kritikan terus tertuju kepada pemerintah, dalam hal ini Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. Tentu saja, kritik dan otokritik harus terus dilakukan sebagai evaluasi sehingga negara dapat memenuhi tujuannya, yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa.

Membangun Perspektif Difabel dalam Upaya Perlindungan Hukum

oleh Muhammad Julijanto*

 

Belakangan ini beberapa kasus kekerasan banyak menimpa perempuan, ketika dunia sedang berupaya untuk mengarus utamakan perempuan. Yang memprihatinkan adalah kebanyakan korban kekerasan adalah perempuan, bahkan tidak hanya perempuan saja, tetapi perempuan sekaligus mempunyai disabilitas tertentu. Kasus terbaru yang terjadi di Sukoharjo perempuan difabel diperkosa oleh gurunya.

Berlangganan Artikel
The subscriber's email address.