Lompat ke isi utama
Training of Community di CIQAL

Allianz Luncurkan Program Kewirausahaan Difabel

Solider.or.id,Yogyakarta- Perusahaan asuransi Allianz meluncurkan program kewirausahaan dan keuangan dengan melibatkan difabel. Program yang bernama Economic Empowerment with Disability (EMPOWERED) ini diluncukan pada (27/1) melalui Yayasan Allianz Peduli.
Sunandar Situmorang dari tim CSR Allianz Indonesia menjelaskan bahwa program EMPOWERED ini memang khusus ditujukan kepada masyarakat difabel.

“Tujuannya adalah untuk mengedukasi pengelolaan keuangan dan meningkatkan keterampilan dalam mengelola usaha rekan-rekan difabel. Outputnya diharapkan mereka memiliki peningkatan tabungan, omset, serta pemahaman jenis produk keuangan yang ada”, jelasnya kepada Solider (26/1/2016). Ketika ditanya mengapa ada program untuk difabel, Sunandar menyampaikan bahwa masyarakat difabel masih kurang diperhatikan oleh banyak pihak, selain itu, secara global Allianz memiliki kebijakan terhadap isu difabel.

Yayasan Allianz Peduli bekerja sama dengan Bina Mitra Usaha Nusantara (BMU-Nusantara) Bandung akan mendampingi 7 organisasi/komunitas difabel (DPO) yang ada di wilayah Jateng dan DIY. Organisasi tersebut antara lain CIQAL Jogja, FKDG Gunungkidul, SHG Boyolali, KUDIFA Purwodadi.

Jimmy Febriyadi dari BMU-Nusantara menambahkan bahwa isu difabel dan keuangan keluarga sangatlah penting sebagai basis ekonomi yang kuat. “Difabel masih belum semuanya bisa mengakses keuangan. Program ini merupakan upaya nyata mewujudkan kesetaraan akses informasi, pengembangan kapasitas kewirausahaan dan keuangan bagi difabel”, tandasnya.

Program EMPOWERED meliputi Training of Trainers (ToT) dan Training of Community (ToC) tentang Kewirausahaan dan Keuangan Keluarga, serta pendampingan sepanjang 2016 dan akan dievaluasi di akhir project. ToT telah dilaksanakan di Hotel @HOM Yogyakarta pada 16-23 Januari 2016, diikuti oleh 16 peserta perwakilan komunitas difabel peserta program. ToC untuk pertama kali dilaksanakan oleh CIQAL Jogjakarta pada 25-26 Januari 2016 di kantor CIQAL yang diikuti oleh 24 peserta.

“Program ini bagus, membuat kita lebih paham tentang pengelolaan keuangan dan asuransi. Sangat bermanfaat untuk komunitas kami”, imbuh Haryanti dari perwakilan CIQAL Jogja.

Lebih jauh, Jimmy menerangkan bahwa program ini menggunakan pendekatan bottom-up. Mulai dari individu, kelompok, pendampingan, baru kemudian dilakukan penguatan di sisi modal, market, dan mitra. Selain penyadaran tentang pentingnya menabung dan asuransi, program ini diharapkan mampu menghasilkan kemandirian serta keberlangsungan usaha komunitas difabel.

“Banyak program untuk difabel yang berbasis charity. Bersama Allianz, program ini lebih pada pemberdayaan yang berkelanjutan”, tandasnya di akhir wawancara dengan Solider.
Pelaksanaan program ini juga melibatkan OJK (Otoritas Jasa keuangan) dan berbagai lembaga keuangan guna menggali dukungan kepada komunitas difabel mitra.
(Eka Prastama)

The subscriber's email address.