Lompat ke isi utama
Berita

Pendaftaran Sekolah Gradiasi Tingkat Dasar

Solider.id- Apa yang kalian pelajari di Sekolah Gradiasi Sulawesi?

Sekolah Gradiasi untuk level Dasar kembali dibuka. Jika sebelumnya dilaksanakan di Desa Sidorejo, Kabupaten Kulon Progo, maka pada 12 – 21 April 2020 mendatang akan dilaksanakan di Sulawesi Selatan. Tepatnya di desa Kambuno, kabupaten Bulukumba yang akan menjadi lokasi Temu Inklusi Nasionel ke-4 pada 13-16 Juli 2020.

Figur

Cin Rela Keluar PNS untuk Kontribusi bagi Difabel

Solider.id, Pati- Pegawai Negeri Sipil (PNS) merupakan pekerjaan yang didambakan sebagian banyak orang. Gaji dan tunjangan yang menjanjikan ditambah ada dana pensiun disaat sudah tidak bekerja sebagai abdi Negara, menjadi magnet tersendiri bagi tiap orang yang mengincar kemapanan dan terjaminnya hidup.

Apalagi saat ini pemerintah sedang membuka rekrutmen Aparatur Sipil Negara (ASN). Banyak kalangan berbondong-bondong mendaftar agar diterima menjadi abdi negara yang penuh dengan kemakmuran.

Berita

Menciptakan Aktor Difabel Melalui Sekolah Gradiasi

Solider.id, Kulon Progo- Sekolah Gerakan Pendidikan dan Advokasi Indonesia inklusif (Gradiasi) telah dibuka di Balai Desa Sidorejo Kulon Progo, Yogyakarta, Senin ( 11/11). Sekolah ini diikuti oleh 23 peserta dari berbagai daerah di Indonesia.

Bahrul Fuad selaku kepala sekolah Gradiasi menjelaskan, peserta sekolah Gradiasi telah melalui tahapan seleksi. Dari 150 peserta yang diseleksi menjadi 23 peserta difabel dan nondifabel untuk mengikuti sekolah gradiasi, dimana akan menjalani pembelajaran selama 10 hari kedepan.

Berita

Difabel Asal Boyolali Terpilih Sebagai Sosok Pegiat PAUD 2019

Solider.id, Boyolali– Titik Isnani, pengelola PAUD Inklusi Tersenyum asal Desa Ringinlarik, Kecamatan Musuk, Boyolali terpilih sebagai satu dari sepuluh penerima penghargaan Sosok Pegiat PAUD 2019. Penghargaan ini diserahkan di Hotel Millenium yang terletak di kawasan Tanah Abang, Jakarta Selatan pada Rabu malam (6/11).

Difabelitik

Karunia dari Lumajang

Oleh Ishak Salim

 

DI SEBUAH KAMPUNG KECIL DI LUMAJANG, Mamad sedang membaca Kitab malam itu. Anak-anak sudah tidur. Istrinya, Inah, baru saja usai mengaji.

Di atas meja kayu, ada dua koin tergeletak. Masing-masing bernilai 5 rupiah. Mamad meraih satu koin itu dan mengamati gambarnya. Sebuah keluarga terdiri dari bapak, ibu dan kedua anaknya berdiri berjejer.

Mereka sedang menatap ke dalam koin, jauh sekali seperti menuju masa depan. Tulisan ‘Keluarga Berencana’ yang melingkari tepi koin menunjukkan maksud gambar itu.

Artikel

Belajar dari Aktivisme Joni Yulianto

Oleh Ishak Salim*

 

PERTAMA KALI MENGENALNYA di Jakarta pada 2005. Saya sekos dengannya di sekitaran Jl. Salemba. Kami sedang mengikuti kursus bahasa Inggris. Selama beberapa bulan, setiap ke Kampus Universitas Indonesia, saya bergandengan tangan dengannya.

Mesra? Ya, tentu saja.

Menyusuri lorong-lorong sekitaran Salemba Bluntas sampai kampus UI itu jaraknya sekitaran satu kilometer lebih. Menurut saya saat itu, Joni Yulianto seorang humoris, periang, tapi belakangan saya mengenalnya sebagai aktivis yang serius.

Berlangganan aktivis difabel
The subscriber's email address.