Lompat ke isi utama
beberapa atlet difabel sedang berfoto bersama

Juliyatmono, Bupati Karanganyar Melepas Atlet Asean Paragames

Solider.or.id, Karanganyar- Enam atlet difabel asal Kabupaten Karanganyar Retno Wahyu Utami untuk cabang olahraga voli duduk, Sri Sugiyarti atlet voli duduk, Ammar Hudzaifah untuk sepak bola CP, Mulyono dan Wagiyo atletik serta Suryo Nugroho pebulutangkis dilepas oleh Bupati Juliyatmono dalam upacara singkat di Kantor Setda Kabupaten Karanganyar, Rabu (6/9) lalu. Kepada para atlet difabel, bupati berpesan agar mereka bisa mengharumkan nama bangsa di Asian Paragames yang diselenggarakan di Kuala Lumpur Malaysia (14-21 September).

Mulyono, peraih medali emas berturut-turut pada tahun 2011, 2013 dan 2015 untuk cabang olahraga atletik (lari), kepada Solider mengatakan bahwa selama ini apresiasi dari pemerintah untuk penghargaan kepada atlet sudah mulai bagus. Penghargaan di tingkat nasional, sejak tahun 2015 mulai disamakan dengan atlet nondifabel. “Namun untuk daerah, penghargaan disesuaikan dengan anggaran masing-masing daerah,” tutur Nano Suparno, Ketua National Paralympic Commite (NPC) Kabupaten Karanganyar.

Gudang Prestasi di Tengah Krisis Anggaran

Enam atlet difabel tersebut bernaung di organisasi NPC Kabupaten Karanganyar yang pada saat ini ada di bawah naungan Dinas Sosial. Sejak berpisah dengan KONI pada tahun 2015, NPC belum memiliki kantor lagi sebab kantor lama telah berubah fungsi.”Untuk urusan rapat organisasi kami sering berpindah-pindah tempat. Termasuk rumah saya sering digunakan untuk rapat,”jelas Nano Suparno.

Pihaknya telah melakukan audiensi bersama bupati terkait kantor sekretariat NPC namun belum ada jawaban yang pasti. Terkait anggaran organisasi, Nano juga menyampaikan bahwa saat ini sedang kesulitan untuk mengakses hal tersebut. “Padahal tahun 2018 besok ada even Peparprov dan Asian Paragames. Saya pesimis paralimpian dapat mempertahankan prestasi juara umum 2 tingkat provinsi,”pungkas Nano.

 

The subscriber's email address.