Lompat ke isi utama
suasana kegiatan posbindu Ngaglik

Posbindu Disabilitas pada Kegiatan Rutin PPDI Kecamatan Ngaglik

Solider.or.id.Sleman. Ada yang istimewa pada pertemuan rutin Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Ngaglik yang dilaksanakan pada Minggu (3/9/2017), di Aula Kecamatan Ngaglik.  Selain arisan, pertemuan rutin yang dilaksanakan selapan (35 hari) sekali pada tiap Minggu Legi,  pertemuan tersebut juga menyertakan kegiatan posbindu (Pos Pembinaan Terpadu) Disabilitas.

Posbindu Disabilitas, yakni sebuah layanan guna memantau kesehatan difabel. pelaksanaan layanan ini inklut atau menyatu dengan kegiatan rutin kelompok difabel. Jika biasanya pertemuan rutin hanya diisi dengan kumpul-kumpul anggota dan arisan, maka mulai bulan September 2017 PPDI Ngaglik mulai menambahkan kegiatan positif berupa pemeriksaan kesehatan bagi seluruh anggotanya.

Menjawab banyaknya anggota yang mendapatkan layanan pemeriksaan kesehatan, Sekretaris PPDI Kecamatan Ngaglik, Kuni Fathonah mengatakan bahwa seluruh anggota yang hadir yakni 35 orang semuanya mendapatkan layanan pemeriksaan kesehatan.

Kuni juga memaparkan bahwa proses Posbindu Disabilitas  sama halnya dengan layanan Posyandu pada umumnya. Yakni tiap-tiap anggota mendapatkan layanan penimbangan berat badan, pemeriksaan tekanan darah (tensi), pemeriksaan kadar asam urat dan kolesterol dalam tubuh.  Selanjutnya anggota dapat berkonsulasi dengan dokter.

Kesehatan bagi semua

Kuni melanjutnkan, ke depan selain difabel, keluarga difabel yang mendampingi juga akan mendapatkan pemeriksaan kesehatan.   Dengan demikian, kesehatan difabel dan keluarganya dapat terpantau dengan baik. Untuk itu, akan dibuat dua data catatan kesehatan berkala, yakni data catatan kesehatan berkala difabel dan data keluarga difabel.

Posbindu Disabilitas akan dilaksanakan rutin dan berkala. Yakni pada tiap kali pertemuan aggota PPDI Ngaglik yang dilangsungkan tiap Minggu Legi. Bagi Kuni rutinitas mengontrol kesehatan diri sangat penting. Dengan demikian akan diketahui kondisi tubuh, sehingga tubuh akan mendapatkan penanganan terkait kesehatan sesuai dengan kebutuhannya.

Kuni berharap dengan adanya Posbindu Disabilitas kesehatan angota PPDI Ngaglik lebih terjaga, sehingga pertemuan rutin menjadi lebih bermanfaat. Posbindu nantinya dapat menjadi pusat layanan promoptif dan preventif bagi difabel dan keluarga difabel.

Di akhir bincang-bincang dengan Solider Rabu (6/9/2017), Kuni menyampaikan bahwa Posbindu Disabilitas ini merupakan pengembangan layanan kesehatan yang diprakarsai oleh Dinas Kesehatan Daerah Istimewa Yogyakjarta (DIY), dan diampu oleh Badan Pelayanan Jaminan Kesejahteraan Sosial (Bapel Jamkesos) DIY.

Layanan terobosan

Sebagaimana dikatakan oleh Kepala Bagian Layanan Kesehatan Bapel Jamkesos DIY, Agus Supriyatna, fokus permasalahan selama ini masih tertumpu pada konsep kuratif, sedangkan preventif dan rehabilitatif masih dikesampingkan. Untuk itu Bapel Jamkesos DIY melakukan terobosan pemberian latanan komprehensif, melaksanakan program jaminan kesehatan preventif, kuratif, dan rehabilitatif.

Fokus preventif dan rehabilitatif dikembangkan melalui Posbindu Jamkesus dan Penyakit Tidak Menular (PTM) serta layanan kunjungan kesehatan dari rumah –ke rumah (Homecare).

Pembiayaan Jaminan Kesehatan ada pada Posbindu yang fokus pada konteks preventif. Ketika memasuki ranah kuratif, maka pembiayaan akan kembali ke Jaminan Kesehatan yang dimiliki. 

Tiga prinsip utama Posbindu Disabilitas hadir memberikan layanan komprehensif, yakni Posbindu beranggota minimal 20 orang, ada kemandirian, serta pencatatan yang sistematis dan berkala.  Sementara itu, dokter keluarga juga akan ditugaskan oleh jamkesos dan  akan hadir dalam kunjungan ke Posbindu setiap 3 (tiga) bulan sekali. (hnw).

The subscriber's email address.