Lompat ke isi utama
diirektur sigab menyerahkan berkas laporan kepada wakil bupati Sleman

Sampaikan Laporan Hasil Capaian Program, SIGAB bersama Tim RINDI Audiensi kepada Bupati Sleman

Solider.or.id.Sleman. Sasana Inklusi dan Gerakan Advokasi Difabel (SIGAB) Indonesia  bersama Tim Rintisan Desa Iklusi (RINDI) yang terdiri dari Direktur, Wakil Direktur SIGAB, Koordinator dan Asisten Program RINDI serta Sekretaris Desa Sendangtiro, Berbah, Sleman, melakukan audiensi kepada Bupati Sleman. Audiensi terkait laporan hasil pelaksanaan program RINDI tahap pertama di dua desa Kabupaten Sleman, yakni Desa Sedangadi Kecamatan Mlati, dan Desa Sendangtirto Kecamatan Berbah, yang telah berjalan selama 18 bulan (Juni 2015 - Desember 2016).

Audiensi diterima oleh Wakil Bupati Sleman, Siti Muslimatun didampingi jajarannya, yakni Kepala Dinas Sosial, Bappeda, P3AP2KB dan Tapem, di Rumah Dinas Bupati, Sayap Timur, pada Kamis (31/8/2017). Audiensi ditandai dengan penyerahan laporam pelaksanaan program RINDI tahap pertama, dan dilanjutkan dengan paparan program oleh Tim RINDI dan tanggapan dari Pemerintah Daerah Kabupaten Sleman.

Selain paparan laporan hasil Program RINDI tahap pertama yang dilaksanakan di dua desa Kabupaten Sleman, audiensi juga membahas perihal Nota kesepahamana (MoU) antara Pemerintah Kabupetan Sleman dan SIGAB  yang belum ditindaklajuti melalui  Perjanjian Kerjasama (PK) dengan badan yang ditunjuk dalam MOU, hingga masa berakhirnya program RINDI pada akhir tahun lalu.

Dalam audiensinya Direktur SIGAB Muhammad Joni Yulianto menyinggung pentingnya PK setelah MoU ditandatangani. Ketiadaan PK menurut Joni berdampak pada tidak tersosialisasinya program-program yang telah berjalan kepada organisasi perangkat daerah (OPD), sehingga hasil kegiatan yang telah dicapai program  RINDI tidak tersampaikan dengan baik dan maksimal kepada pengambil kebijakan di kabupaten Sleman.

Lebih lanjut Joni dalam paparannya menyampaikan bahwa keberhasilan Program RINDI tersebut tidak terlepas dari dukungan The Asia Foundation (TAF) sebagai lembaga donor. Di mana dukungan yang diberikan TAF akan berlaku hingga akhir tahun 2018. Joni juga menginformasikan kesempatan lanjutkan kerja sama tahap kedua antara SIGAB dengan Pemda Kabupaten Sleman, guna menguatkan hasil capaian RINDI tahap pertama.

Capaian program RINDI

Dipaparkan pula capaian Program RINDI  di dua desa wilayah Kabupaten Sleman, yakni Sendangadi dan Sendangtirto. Bahwa Program RINDI telah berhasil mendorong  inklusi sosial  yakni meningkatkan peran dan  partisipasi difabel dalam proses pembangunan di desa. Juga telah berhasil  membangun infrastruktur dasar desa inklusi.

Lanjutnya, melalui berbagai lokakarya RINDI berhasil memfasilitasi terbentuknya kelompok difabel desa,  mendorong penerimaan difabel, adanya data difabel desa yang akurat, membangun  Sistem Informasi Desa (SID) bekerja sama degan Combine, serta meningkatkan kapasitas difabel melalui  pelatihan, pendampingan.

Keberhasilan Program RINDI juga disampaiakan oleh Suheman Sekretaris Desa Sendangtirto, Kecamatan Berbah. Bahwa selaian infrastruktur aksesibel puskesmas, balaidesa, gedung serbaguna, juga aksesibilitas pada pelayanan desa. Selain itu telah ada Pendidikan Usia Dini (PAUD) Inklusi dan Taman Kanak-kanak (TK) Inklusi di Desa Sendangtirto Kecamatan Berbah.

Melalui APBDes, kata Herman desa Sendangtirto telah mengalokasikan anggaran sebesar 24 juta rupiah guna memfasilitasi pertemuan kelompok difabel desa serta pelatihan bagi difabel desa. Namun demikian pelatihan belum dapat berjalan maksimal karena keterbatasan anggaran desa. Sementara pelatihan akan memandirikan difabel, sehingga difabel bisa mandiri dan tidak menjadi beban keluarga, warga, juga negara. Untuk itu dia menegaskan perlunya dukungan pemerintah kabupaten Sleman dalam upaya penguatan kemandirian difabel di desa.

Kesepakatan bersama

Menanggapi audiensi oleh Tim RINDI dari SIGAB Indonesia, Wakil Bupati Sleman Siti Muslimatun mengapresiasi capaian program RINDI tahap pertama. Dia juga menegaskan akan menindaklanjuti kerja sama antara Pemerintah Daerah Sleman dengan SIGAB melalui penandatanganan MoU RINDI tahap kedua.

Wakil Bupati juga menanggapi pentingnya kerja sama dibangun Pemda dengan banyak pihak, sebagaimana yang dilakukan antara Pemda Sleman dengan SIGAB. Hal tersebut diperlukan karena Pemda Sleman tidak cukup mampu berjalan sendiri dalam mensejahterakan seluruh warganya.

“Pemerintah tidak akan mampu berdiri sendiri, tanpa dukungan dari berbagai pihak. Meskipun sudah ada bidang Kesejahteraan (Kesra). Untuk itu kerja sama dengan berbagai pihak, seperti dengan SIGAB ini sangat diperlukan,” ungkapnya.

Pada kesempatan itu  Wabup menegaskan adanya kesepakatan berlanjutnya kerja sama antara Pemda Kabupaten Sleman dengan SIGAB Indonesia melalui Program RINDI tahap kedua, yang akan ditindaklanjuti dengan penandatanganan MoU dan pembuatan PK sebagai salah satu perjanjian implementatif program RINDI kepada seluruh OPD di Kabupaten Sleman. (hnw).

The subscriber's email address.