Lompat ke isi utama

Pelatihan Deteksi Dini Intervensi Dini Difabilitas Bagi Kader Posyandu Desa Kateguhan

Solider.or.id, Sukoharjo-Desa Kateguhan Kecamatan Tawangsari adalah salah satu desa yang menjalankan Program Peduli Kementerian Koodinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan melalui Inisiasi Desa Inklusi (INDI) kerjasama Sehati dan YAKKUM Yogyakarta. Salah satu kegiatan yang dilakukan dalam program tersebut adalah memberikan pelatihan Deteksi Dini Intervensi Dini (DDID) Difabilitas kepada para kader posyandu baik balita, lansia, Pos PAUD  dan posbindu di Balai Desa Kateguhan, Rabu (2/8).

Pelatihan yang diikuti 18 orang tersebut juga dihadiri oleh Ketua Tim Penggerak PKK Desa Kateguhan. Selain disediakan poster tentang tahap-tahap tumbuh kembang balita, desa akan menerima bantuan 20 buku pengetahuan tentang tumbuh kembang balita dan difabilitas.

Anik Mardiyati, yang menjadi narasumber memaparkan tumbuh kembang anak usia 3 bulan, 6 bulan, 1 tahun, 2 tahun, 3 tahun dan 5 tahun. Selain itu okupasi terapi di Lembaga Pengembangan Anak Berkebutuhan Khusus Miracle tersebut juga menjelaskan apa itu hambatan yang dimiliki oleh anak-anak difabel dan upaya-upaya apa saja yang dilakukan untuk pencegahan agar tidak melahirkan anak dengan masalah hambatan perkembangan dari masa kehamilan, kelahiran dan pasca kelahiran.

Ditemui di akhir sesi pelatihan, Wahyu Mulyani, istri kades sekaligus ketua tim PKK Desa Kateguhan dan kader posyandu setempat mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan pendataan dan saat ini tercatat jumlah difabel di desanya adalah 55 orang terdiri dari anak-anak, remaja dan orang dewasa. Lima di antaranya adalah difabel dengan gangguan kejiawaan. Dari jumlah tersebut, 20 orang telah berkegiatan aktif dengan menyelenggarakan dua kali pertemuan yang menghasilkan beberapa program kegiatan di antaranya akan membentuk Family Supporting Group di tingkat kecamatan. “Kami sendiri telah memiliki kelompok,”ujar Wahyu Mulyani.

Saat ditanya tentang komitmen desa tentang kesiapan melaksanakan program INDI, Wahyu menyampaikan informasi  terkait aksesibilitas, dirinya dan beberapa kader dan relawan Sehati telah mengadvokasi tentang aksesibilitas ramp/plengsengan dan toilet untuk difabel di bangunan balai desa yang tengah direnovasi. “Kami juga telah mendapatkan tempat, untuk dimanfaatkan sebagai semacam sanggar bagi anak-anak itu. Sementara di Desa Jatimalang. Ke depan kami rencanakan juga memiliki showroom hasil karya anak-anak difabel. Rencananya pertemuan akan kami selenggarakan setiap bulan,”pungkas Wahyu Mulyani.

The subscriber's email address.