Lompat ke isi utama

Cabor Panahan di Kulon Progo Terbuka bagi Berbagai Difabilitas

Solider.or.id.Yogyakarta. Cabang Olahraga (Cabor) Panahan NPC Kabupaten Kulon Progo membuka kesempatan bagi siapapun difabel dengan berbagai jenis difabilitasnya, untuk berlatih dan mengasah kemampuan sebagai atlet panahan Kulon Progo.

Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Harian Pengkab Perpani Kabupaten Kulon Progo Sriyana saat ditemui Solider usai menghadiri syawalan keluarga besar NPC DIY, di Pendopo BPO Yogyakarta, Minggu (23/7/2017).

Menurut Sriyana yang juga pelatih panahan dan pemilik basecamp panahan di Kulon Progo, semua orang dalam hal ini difabel dengan berbagai jenis difabilitas memungkinkan untuk dapat berlatih panahan. Demikian pula bagi orang dengan gangguan penglihatan, baik low vision maupun tottaly blind  

“Siapa saja bisa bergabung dan berlatih. Tidak dibatasi oleh keadaan fisik, bahkan bagi difabel low vison serta  tottaly blind (buta) sekalipun. Silahkan datang ke basecamp kami, alat sebagai latihan awal akan  difasilitasi,” ungkapnya.

Untuk itu Dia menghimbau kepada semua difabel di wilayah Kulon Progo untuk bergabung mendapatkan pelatihan teknik dan tata cara olahraga panahan. Diinfoirmasikanya bahwa terdapat dua tempat berlatih panahan di Kulon Progo, yakni di Lapangan UNY Kampus Wates dan di Basecamp yang dibangunnya beralamat di Siliran, Karangsewu, Galur, Kulon Progo.

Semua adalah mungkin

Tidak ada yang tidak mungkin dilakukan oleh seorang difabel apapun jenis difabilitasnya. Sepanjang difabel mau berlatih, berdisiplin, profesional, maka apapun dapat dilakukan, termasuk difabel netra sebagai atlet panahan.

Terkait dengan sarana dan prasarana, Perpani Kulonprogo akan memodifikasi sesuai dengan kebutuhan difabel yang berlatih. Baik busur, string, demikain pula dengan sasaran anak panah.

Adapun Wakil Ketua Perpani Kulon Progo Putut Proboseto pada kesempatan berbincang dengan Solider mengatakan kesepahamannya dengan apa yang diungkapkan Ketua Pernani Kulon Progo.

Menurut dia, sebagai pengurus dia akan menggunakan teknik untuk menciptakan segala sesuatu yang menyesuaikan dengan kebutuhan  difabel, termasuk membuat peralatan panahan yang dapat diakses oleh difabel netra, difabel tanpa lengan, dan difabel lain.

“Kita semestinya memberikan jalan kepada difabel bukan membatasi,” ungkap Putut.

Menurut dia, bagi difabel netra sasaran panah bisa digantikan (dimodifikasi) dengan benda atau sasaran yang bersuara, sebagaimana yang diterapkan pada olahraga futsal bagi difabel netra. “Sasaran anak panah digantikan dengan sasaran yang bersuara bukan gambar, sehingga difabel netra dapat mengarahkan busur dan anak panah ke arah suara,” tandasnya.

Informasi lebih lanjut seputar latihan panahan dapat menghubungi pengurus panahan NPC Kulon Progo pada nomor telepon: 0852-9216-7374 atau 0878-3999-8099.

The subscriber's email address.