Lompat ke isi utama

Undang Komunitas Netra, Bank Indonesia Perwakilan Solo Sosialisasi Uang Kertas Emisi 2017

Solider.or.id, Surakarta-Sukiman dari Persatuan Tunanetra Indonesia (Pertuni) Solo memperlihatkan uang kertas pecahan seratus ribu di hadapan Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Surakarta, Bandoe Widiarto dan sepuluh wartawan dari media cetak, televisi dan online di Gedung BI lantai 5, Jl. Jend.Soedirman. Lalu dengan meraba ujung kertas dengan jari sebelah kiri, Sukiman mendapatkan jawaban atas pertanyaan dari wartawan, “Terdapat satu pasangan garis di sebelah sini, sehingga saya boleh bilang bahwa ini uang kertas pecahan seratus ribu,” jawab Sukiman sambil memperlihatkan uang yang ada di tangannya, mewakili wawancara dengan wartawan. Sementara itu 60 difabel netra lainnya di ruang yang sama, tengah mendapat penjelasan dari petugas Bank Indonesia (BI) dan beberapa di antara mereka tengah mengajukan pertanyaan-pertanyaan.  Rabu (19/7) Bank Indonesia menggelar acara bertajuk “Bank Indonesia Mengajar dan penyerahan Program Sosial Bank Indonesia (PSBI) dalam rangka HUT ke-64.

Menurut Sukiman, bagi difabel netra hal terpenting adalah bisa meraba tanda di lembar uang kertas, dan jangan ditekuk atau dilipat supaya tanda itu awet ada. Sebelumnya Pertuni juga pernah mendapatkan sosialisasi saat BI meluncurkan uang pecahan baru. Bandoe Widiarto menjelaskan bahwa sosialisasi uang pecahan kertas ini selain untuk memperkenalkan uang emisi 2017 juga sarana kampanye agar masyarakat mencintai rupiah, menyimpan dengan baik uang kertas, jangan sampai lecek dan dilipat-lipat.

Beberapa pertanyaan mencuat saat sesi tanya jawab. Purwanto dari Pertuni mempertanyakan tentang ukuran panjang dan lebar apakah sama antara uang emisi tahun 2017 dengan uang pecahan-pecahan sebelumnya. Menurut salah seorang petugas Bank Indonesia, bentuk dan ukuran uang emisi 2017 sudah mengalami perbaikan-perbaikan supaya tidak mudah dipalsukan. Menurutnya, uang pecahan yang memiliki umur edar paling cepat lima tahun dan paling lama sepuluh tahun ini pun sangat akses untuk difabel netra. “Ciri uang pecahan kertas baru 100 ribu terdapat sepasang garis, 50 ribu dua pasangan garis, 20 ribu tiga pasangan garis, 10 ribu empat pasangan baris, lima ribu lima pasangan baris, dua ribu enam pasangan baris dan seribu ada tujuh pasangan baris,” pungkas petugas di hadapan para undangan

The subscriber's email address.