Lompat ke isi utama

Banyak Keuntungan untuk Hotel-hotel yang Mau Mempekerjakan Difabel

Imam Muhajir : Banyak sekali keuntungan untuk hotel-hotel yang mau mempekerjakan dari penyandang disabilitas di luar sana. Keuntungan yang paling maksimal adalah mereka siap bekerja. Mereka lebih giat, mereka lebih maksimal. Mereka lebih punya passion daripada orang kebanyakan.

Tidak banyak menuntut dan mengerjakan dengan semangat apa pun yang bisa ia kerjakan, itulah karakter seorang Ahmat Muhardi dari penilaian kerabat dan keluarganya. Ahmat terlahir Tuli dari keluarga yang sebelumnya tidak ada keturunan difabel. Tepatnya pada tanggal 8 Agustus 1990 Ahmat lahir di Jambi, Sumatera.

Ditemui solider.or.id saat Ahmat sedang menceritakan perjalanan karirnya di Pelatihan Karir dan Pemanfaatan Teknologi Bagi Penyandang Disabilitas di Hotel Eastparc Yogyakarta, Ahmat didampingi oleh Tuty Triyani, adik kandungnya. “Tahun 2011 saya ke Jakarta diantar bapak, tinggal di panti sampai tahun 2013 saya lulus dari panti tersebut dan bekerja di perusahaan garment,” cerita Ahmat menggunakan bahasa isyarat diterjemahkan oleh jurubahasa isyarat.

Hanya bertahan selama 6 bulan di perusahaan tersebut, Ahmat memutuskan untuk keluar dan kembali ke Jambi. Karena menganggur di rumah, Ahmat minta izin ke bapaknya untuk kembali ke Jakarta. Namun karena tidak memiliki sanak saudara di Jakarta, sang ayah membujuk Ahmat untuk datang ke Yogyakarta ditemani oleh adiknya.

“Dulu Mas Ahmat pernah kerja di Jogja di perusahaan garment tapi sepertinya tidak cocok jadi saya coba carikan lowongan pekerjaan yang lain. Saya daftar di Kerjabilitas melalui online dan saya dikabari kalau di Hotel Alana Yogyakarta ada lowongan sebagai cleaning service. Mas Ahmat tertarik dan ikut wawancara hingga akhirnya diterima dan alhamdulillah langsung mulai bekerja”, jelas Tuty.

Mengutip dari laman facebook Kerjabilitas, di pekerjaannya sekarang, ia dipercaya menjadi juru resik di area umum. Manajer Ahmat memuji betapa ia bekerja dengan sepenuh hati, tak pernah absen, bahkan izin sakit sekalipun. Setiap hari ia masuk tepat waktu, istirahat seperlunya dan tak pernah terlibat dalam aktivitas lain yang tak perlu.

Setengah bercanda, Ahmat bercerita bahwa sekarang ia kebingungan menghabiskan gajinya, karena dulu terbiasa tak menerima upah utuh dari majikan sebelumnya.

Dalam video berdurasi 2 menit 48 detik di laman facebook Kerjabilitas, Rio Yanuar sebagai HR Manager Hotel Alana Yogyakarta menceritakan bahwa hingga saat ini di Hotel Alana Yogyakarta baru mempekerjaan satu difabel. “Awalnya saya kontak Ibu Ndaru dari Kerjabilitas di Saujana. Saat itu beliau langsung saya proses untuk mohon dibantu perekrutan satu karyawan difabel untuk tempat kami. Setelah itu saya panggil interview, seperti karyawan pada umumnya. Jadi dari kami tidak ada pembedaan. Difabel tetap semangat dan cari kesempatan yang ada, untuk improve ke depannya. Karena di luar sana sudah banyak yang menunggu kita”, terang Rio Yanuar.

 Imam Muhajir sebagai executive housekeeper Hotel Alana Yogyakarta menyampaikan melalui video tersebut bahwa Ahmat datang wawancara ditemani oleh adiknya sebagai penerjemah. “Yang saya minta hanya satu, niat dari Ahmat tersebut, dan ternyata setelah dilatih di tempat tersebut Ahmat berhasil. Banyak sekali keuntungan untuk hotel-hotel yang mau mempekerjakan dari penyandang disabilitas di luar sana. Keuntungan yang paling maksimal adalah mereka siap bekerja. Mereka lebih giat, mereka lebih maksimal. Mereka lebih punya passion daripada orang kebanyakan”, pungkas Imam Muhajir.

Meskipun Ahmat tidak memiliki ijazah sekolah dasar, namun semangatnya terbukti tak pernah padam. Di balik cerita bahagianya memiliki pekerjaan tetap, Ahmat menceritakan bahwa dirinya pernah memiliki pengalaman tidak menyenangkan saat bersekolah di Jambi. Meskipun sudah lulus dari sebuah SD umum di Jambi namun pihak sekolah tidak memberikannya ijazah bukti kelulusannya karena menurut keterangan adik Ahmat, pihak sekolah malu jika pihak luar mengetahui sekolah tersebut meluluskan siswa difabel dan dikhawatirkan akan membawa nama buruk sekolah.

“Keluarga Alhamdulillah mendukung pekerjaan yang dijalani Mas Ahmat sekarang karena jauh lebih baik dari yang sebelumnya. Saya pikir masih kontrak tapi Alhamdulillah sudah tetap”, pungkas Tuty Triyani. (Ramadhany Rahmi)

Sumber video :  https://www.facebook.com/kerjabilitas/videos/1663498193959081/?hc_ref=ARQDH_0-ASIjy1FBn1aEcc37rwOMHW6Y5-cih-4U2HsMbtCTCymnWZh8SJnsI4z08Xc

The subscriber's email address.