Lompat ke isi utama
foto cakfu (sumber politikini.id)

Cak Fu, Bertekad Perbaiki Kinerja Komnas HAM

Solider.or.id.Yogyakarta. Bahrul Fuad atau biasa disapa dengan nama Cak Fu, merupakan satu-satunya difabel juga aktivis gerakan difabel yang lolos hingga seleksi tahap ketiga calon anggota komisioner Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Republik Indonesia periode tahun 2017 – 2022

Dalam perbincangannya dengan Nadia, salah satu pembawa acara sebuah stasiun radio swasta Idola Semarang, Cak Fu menjawab beberapa pertanyaan salah satunya seputar latar belakang yang memotivasi dirinya mengikuti pencalonan sebagai anggota Komnas HAM. Sumber tulisan diperoleh dari postingan rekaman dari radio swasta oleh Joni Yulianto, Direktur Sigab melalui grup media sosial, Kamis (6/7/2017).

Ingin mewarnai dan memperbaiki kinerja Komnas HAM yang hingga saat ini masih banyak dikeluhkan masyarakat, karena kerjanya yang kurang maksimal, menjadi hal yang memotivasi Cak Fu menceburkan diri dalam kancah pemilihan anggota Komnas HAM.

“Selama ini kinerja Komnas HAM kurang maksimal, dan banyak dikeluhkan masyarakat. Saya ingin memperbaiki kinerja Komnas HAM sebagaimana fungsinya,” ujar Cak Fu.

Dalam perbincangan tersebut Cak Fu juga memaparkan beberapa fungsi Komnas HAM dalam pandangan dia yang perlu mendapatkan perhatian dan dibenahi terkait kinerja internal mereka. Catatan kekurangan tersebut diantaranya, persoalan manajemen finansial yang tidak dapat dipertanggung jawabkan, salah satunya. Banyak temuan-temuan BPK terkait manajemen finansial yang tidak dapat dipertanggungjawabkan, ujar Cak Fu.

Demikian pula adanya konflik internal Komnas HAM, yang terkait dengan pergantian ketua. Kondisi tersebut tidak efektif pada sebuah lembaga, di mata Cak Fu. Karena fokusnya nanti tidak keluar melainkan lebih ke dalam (internal), yakni justru pada perebutan pucuk pimpinan.

Catatan lain, sinergitas Komnas HAM dengan lembaga lain perlu ditingkatkan. Bagi Cak Fu, Komnas HAM bukan hanya alat kontrol terhadap penyelengaraan penegakan HAM di Indonesia. Namun juga harus mampu berperan mendorong pemerintah menegakkan HAM di indonesia.

 

Berpihak pada minoritas

Dengan banyaknya kekurangan atau tantangan tentunya harus ada prioritas dalam menyelesaikannya, ujar Nadia dalam programnya. Dia bertanya prioritas yang akan dilakukan Cak Fu jika terpilih oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) sebagai Komisioner Komnas HAM.

 “Saya satu-satunya perwakilan difabel yang lolos dalam seleksi calon anggota Komnas HAM. Tentu prioritas saya memastikan hak asasi warga minoritas, dalam hal ini masyarakat difabel dapat dilaksanakan dengan baik,” Cak Fu menjawab pertanyaan Nadia.

Lanjutnya, dengan demikian diharapkan hak difabel dapat berjalan dengan baik sebagaimana perundangan internasional dan nasional yang berlaku.

“Masuknya saya dalam Komnas HAM sangat penting, karena saya mewakili kelompok korban, yakni difabel yang kurang diperhatikan. Perspektif keberpihakan terhadap kelompok minoritas, jika ada perwakilannya pasti cara pandang dan penegakkannya berbeda,” ujarnya.

Di akhir perbincangan Cak Fu mengutarakan bahwa yang tidak kalah diprioritaskan yakni, adanya terobosan baru dalam percepatan penyelesaian penegakan HAM di Indonesia. “Selama ini banyak kasus yang tidak selesai, mandeg dan terbengkelai karena ketidak seriusan dalam penangannya, Cak Fu memungkasi perbincangannya.   

The subscriber's email address.