Lompat ke isi utama

Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Sunan Kalijaga Pertama Kali Luluskan Mahasiswa Tuli

 

Solider.or.id.Yogyakarta. Muhammad Beni Sasongko mahasiswa Tuli Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta dinyatakan lulus dengan perbaikan dalam Sidang Ujian Skripsi yang dilaksanakan di ruang Munaqosah, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, Senin (19/6).

Melalui skripsi dengan judul “Penggunaan Aplikasi Video Berbasis Bahasa Isyarat Arab dalam Pembelajaran PAI untuk Meningkatkan Ibadah Shalat,” Beni, nama panggilan mahasiswa tersebut merupakan mahasiswa Tuli pertama yang berhasil lulus dari Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Sunan Kalijaga.

“Saudara Muhammad Beni Sasongko, dinyatakan lulus dengan perbaikan. Lama waktu perbaikan secara khusus diberikan selama dua bulan. Hal tersebut berbeda dengan mahasiswa pada umumnya yang hanya satu bulan.” Ketua sidang yang juga pembimbing skripsi, Mochammad Fuad dalam pengumumannya.

Beni berhasil menyelesaikan tugas akhir berupa skripsi dalam kurun waktu yang cukup panjang, yakni selama 13 bulan. Dinyatakan lulus dengan perbaikan pada awal semester 11 studinya di Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dalam sidang terbuka skripsi. Dia diberikan kesempatan untuk memperbaiki skripsinya selama dua bulan. Mendapatkan tambahan waktu satu bulan dibanding dengan mahasiswa pada umumnya.

Berproses menuntaskan skripsi

Cukup panjang Beni berproses menuntaskan skripsinya, yakni, 13 bulan. Menurut keterangan Beni, dia secara mandiri dalam berproses menyelesaikan skripsinya. Dia tidak menggunakan intepreter selama berproses. Sejak pembuatan dan pengembangan proposal, seminar proposal dan perancangan, perbaikan-perbaikan, penelitian dan pengumpulan data, uji coba lapangan hingga penulisan laporan akhir.

Penterjemah bahasa isyarat atau intepreter digunakannya saat sidang skripsi berlangsung, dikarenakan dalam sidang terdapat tiga orang penguji yang tidak semuanya memahami bahasa isyarat. Yakni Drs. Mochammad Fuad, M.Pd., pembimbing yang sekaligus sebagai Ketua Sidang, DR. Iman, S.Ag., M.Pd., penguji I, dan Drs. NurHamidi, ME., sebagai penguji II. 

“Tadi saya deg-degan. Tapi sekarang sudah lega sedikit. Karena saya harus segera memperbaiki skripsi saya agar lebih baik dan bermanfaat bagi banyak pihak,” ungkap Beni seusai melalui sidang.

Menurut Fuad, standart maksimal penulisan skripsi biasanya satu semester.  “Namun, karena penelitiannya perancangan produk, jadi ada hasil hak cipta (Haki),” jelas Fuad.  

Lanjutnya, Beni mengambil studi penelitian dan pengembangan  atau R & D (research and development). Hal tersebut menjadi faktor lain panjangnya proses waktu yang dibutuhkan. Faktor komunikasi, turut mewarnai proses penyelesaian skrpsi.

“Beberapa faktor menyebabkan penyelesaian tugas akhir tersebut menjadi panjang. Selain studi yang diambil adalah research and development, faktor bahasa juga menjadi faktor penyebabnya. Jadi saya harus pelan-pelan memahaminya, karena Beni menyelesaikan skripsi mandiri tanpa intepreter,” ujar Fuad pada Solider.

“Skripsi Beni ini yang pertama kalinya menggunakan penelitian R&D untuk konsumsi difabel Tuli. Disamping sedikit terdapat kendala komunikasi antara Beni dengan saya dan lapangan penelitian,” Fuad menambahkan penjelasan.

Menanggapi pertanyaan Solider tentang tips yang dibangun dalam melakukan pembimbingan, Fuad mengatakan bahwa dirinya harus fokus dan sabar untuk sebuah niat mendampingi dan membimbing mahasiswanya yang tuli. “Tips yang saya gunakan ya harus berniat membimbing, kemudian saya harus fokus dan sabar.”

Di akhir perbincangannya, Fuad mengungkapkan kebanggaannya atas Beni. Harapannya, aplikasi video pembelajaran shalat berbasis bahasa isyarat karya Beni Sasongko, dapat menjadi video pembelajaran bagi seluruh tuli di Indonesia, sekolah-sekolah dengan siswa tuli, atau di manapun dibutuhkan.

 

The subscriber's email address.