Lompat ke isi utama

Tingkatkan Potensi Berdakwah Bagi Difabel Netra dengan Pesantren Ramadhan

solider.or.id, Semarang - Dinas Sosial Kota Semarang merangkul ITMI (Ikatan Tunenetra Muslim Indonesia) Kota Semarang, menyelenggarakan kegiatan Pesantren Ramadhan 1438 H bagi difabel netra Muslim Semarang. Berlangsung selama 3 hari, sejak 6 hingga 8 Juni 2017 silam. Pesantren Ramadhan diikuti oleh 60 orang peserta  dengan domisili Semarang. Masing-masing peserta merupakan anggota Pertuni, Anggota ITMI dan anggota Sahabat Mata.

Mengangkat tema “Dalam Keterbatasan Membangun Aklakul Karimah”, kegiatan diselenggarakan di Aula Gelanggang Pemuda Manunggal Jati, Jalan Taman Majapahit 1 Semarang.  Kegiatan pesantren Ramadhan 1638 H dibuka oleh  kepala Dinas Sosial, dengan dihadiri oleh jajaran Dinas Sosial kota Semrang, ketua DPP ITMI, DPW ITMI Jateng, DPD Pertuni Jateng, DPC Pertuni kota Semarang, serta founder Sahabat Mata.

Dalam laporannya, Tri Waluyo, SH, selaku kabid Rehabsos Penyandang Disabilitas Dinsos Kota Semarang menyatakan  maksud  pelaksanaan kegiatan pesantrren Ramadhan adalah untuk meningkatkan potensi difabel netra dalam berdakwah dan membaca Qur’an, membentuk kader mubalik dan publik Qur’an dalam diri difabel netra, serta meningkatkan keterampilan bagi para difabel netra dalam berdakwah.

Selama bermalam di hotel yang disediakan, panitia merancang berbagai agenda kegiatan pembelajaran Qur’an Braille, tarawih bersama dan kajian Qur’an. Menghadirkan beberapa narasumber internal ITMI, UIN Walisongo, Komunitas Pendongeng Muslim Indonesia, serta dari Masjid Agung Jawa Tengah. Sementara itu, materi utama yang diajarkan adalah pemahaman aqidah (keyakinan beragama), ahklaq (budi pekerti), sejarah islam, serta ilmu-ilmu keislaman yang semuanya bertujuan untuk meningkatkan ketakwaan dan pemahaman tentang Islam yang lebih baik.

Pengetahuan tambahan yang diajarkan adalah tehnik penyembuhan melalui pengobatan Nabawi (bekam) yang berfungsi menjadi bekal usaha bagi  difabel netra sehingga mampu menopang perekonomian keluarga.

Kegiatan pesantren tersebut juga dimeriahkan dengan perlombaan.  Terdapat dua jenis perlombban ketrampilan yaitu lomba berdakwah atau Da’i dan lomba tartil Qur’an (membaca Al-qur’an dengan dilagukan). Menutup kegiatan pesantren Ramadhan diserahkan hadiah lomba berupa piala dari Dinas Sosial Kota Semarang serta uang pembinaan.

Di akhir kegiatan, melalui tema pesantren Ramadhan “Dalam Keterbatasan Membangun Aklakul Karimah”, Andi Setyono, sekretaris ITMI Kota Semarang mengharapkan, agar melalui kegiatan pesantren Ramadhan bisa lebih membangun mental difabel netra untuk bersikap dan bertingkah laku sebagaimana yang dicontohkan oleh Rasulullah, Muhammad SAW sesuai Qur’an dan sunnah yang sudah diajarkan. (Yanti)

The subscriber's email address.