Lompat ke isi utama

Ohana Gandeng Organisasi Difabel Jogja Dirikan Bengkel Reparasi Kursi Roda

Solider.or.id, Yogyakarta. Pemberian alat bantu berupa kursi roda oleh pemerintah melalui program Jaminan Kesehatan Khusus (Jamkesus) yang diperuntukkan bagi difabel semenstinya mendapat perhatian lebih lanjut. Pasalnya kursi roda sebagai sarana aksesibilitas membutuhkan perawatan sampai jangka waktu tertentu. Salah satu faktor tersebut menjadi inisiatif Organisasi Harapan Nusantara (Ohana) Yogyakarta menggandeng para Dewan Penasehat Organisasi (DPO) difabel di lima wilayah Kabupaten/Kota DIY untuk menyediakan akses layanan berupa bengkel.

Risnawati Utami direktur Ohana mengatakan bengkel-bengkel tersebut rencananya akan didirikan di lima Kabupaten/Kota DIY. Pendirian bengkel tidak terlepas dari kerjasama yang dibangun bersama pemerintah, dalam hal ini Bappel Jamkesos DIY dan organisasi difabel. Partisipasi organisasi difabel sangat dibutuhkan guna mendesain layanan yang benar-benar akses. “Hari ini kita mendiskusikan perihal petunjuk teknis di lapangannya,” tuturnya usai acara pertemuan dengan Dinas Kesehatan Bapel Jamkesos pada Kamis siang di aula Bapel Jamkesos (8/6).

Bagi Risna - sapaan akrab Risnawati Utami, upaya pengadaan bengkel tersebut merupakan bagian dari kerja advokasi dalam menyediakan sistem layanan bagi difabel. Mengingat hal tersebut telah tercantum dalam Peraturan Daerah (Perda) No. 4 Tahun 2012 tentang perlindungan dan pemenuhan hak penyandang disabilitas yang disusun dan dikembangkan oleh pemerintah serta organisasi-organisasi difabel di Yogyakarta, sebagai upaya memastikan upaya perlindungan, pemenuhan, serta penghormatan hak-hak difabel dan Peraturan Bupati (Perbup) tentang Jamkesus. “Nah ini kan secara kebijakan sudah ada tinggal bagaimana petunjuk teknisnya itu seperti apa, itu kita rumuskan,” lanjutnya.

Lebih lanjut Risna menjelaskan rumusan tersebut aka membahas perihal teknis seperti servis kursi roda hingga biaya tarif yang diperlukan. Biaya tersebut yang nantinya akan dibiayai pemerintah melalui Bapel Jamkesos. Peran Ohana yakni menyediakan sumber daya manusia khususnya kontribusi difabel sendiri. Selain itu Ohana sebagai fasilitator yang memilki akses desain produk, juga siap memfasilitasi mulai dari pelatihan untuk menghasilkan tenaga ahli dan informasi teknologi.

“Tujuan utama dari bengkel ini untuk membuat sistem layanan dalam hal ini kursi roda yang inklusif dan berkelanjutan dalam jangka panjang,” tambah Risna.

Senada dengan Risna, Yulianto salah satu perwakilan dari DPO Bantul juga mendukung adanya pendirian bengkel sebagai layanan bagi difabel, khususnya pengguna kursi roda. Menurutnya pengguna kursi roda kesulitan jika hendak memperbaiki kursi roda karena minimnya bengkel-bengkel yang memahami perawatan kursi roda. “Kalau layanan perawatan semacam bengkel itu tidak ada, maka juga akan banyak kursi roda yang mangkrak tidak terpakai,” katanya.

Layanan tersebut selain sebagai akses layanan bagi pengguna kursi roda serta keefektifan pemerintah dalam memberikan anggaran. “Juga menjadi suatu pemberdayaan ekonomi bagi difabel daksa,” tutur Yulianto yang tergabung dalam Forum Peduli Difabel Bantul (FPDB).[Robandi]

The subscriber's email address.