Lompat ke isi utama

Bapel Jamkesos DIY: Pembiayaan Bengkel Reparasi Kursi Roda Sudah Ada

Solider.or.id, Yogyakarta. Bapel Jamkesos DIY melalui Muchamad Agus Priyanto selaku Kasie Pemeliharaan Kesehatan mengatakan pembiayaan untuk pendirian bengkel reparasi kursi roda di lima wilayah Kabupaten/Kota sudah tersedia. Selain itu pihaknya juga mengaku sudah menyiapkan prasarana bahan kebutuhan bengkel serta pembinaan tenaga kerja melalui kerjasama dengan pihak Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop). “Jadi begitupun juga dengan Ohana. Kerjasama ini sebenarnya rangkaian dari satu setengah tahun lalu,” katanya, ditemui Solider di ruang kantor Bapel Jamkesos pada Kamis siang (8/6).

Agus menuturkan konsep pendirian reparasi bengkel kursi roda sebenarnya merupakan konsep sistem jaminan kursi roda sampai layanan servis yang sudah digagas bersama Forum Peduli Difabel Bantul (FPDB). Namun, ia mengakui sistem tersebut tidak berjalan karena terkendala aspek teknis seperti tenaga ahli dan jumlah SDM. “Maka dari itu kami adakan dulu semacam pelatihan untuk tenaga kerja bengkelnya,” tuturnya.

Agus menjelaskan sebagaimana konsep awal, bengkel reparasi kursi roda hanya akan dikelola oleh difabel. Bengkel tersebut bukan untuk memberi pertolongan bagi pengguna kursi roda yang akan mereparasi. Ia berharap bengkel tersebut menjadi modal yang bisa menghasilkan uang untuk mensejahterakan ekonomi difabel selaku pengelola bengkel. Selain itu,  pihaknya juga akan membantu dalam proses usaha bengkel sampai pada regulasi. “Itu untuk menunjukkan daya saing dengan bengkel-bengkel lain,” katanya.

Risnawati Utami direktur Ohana sebagai rekan kerjasama mengapresiasi langkah pihak Bapel Jamkesos. Namun, ia memberi catatan bahwa berdirinya bengkel reparasi kursi roda bukanlah upaya terakhir dalam menyediakan pelayanan jaminan bagi difabel. Namun, upaya tersebut merupakan awal dari proses yang panjang yang harus dihadapi. Tidak berjalannya gagasan tersebut dari awal karena kurangnya komunikasi. Maka dari itu, ia menghimbau agar upaya tersebut mesti harus terus dijaga dan dikawal oleh segenap elemen masyarakat, khususnya pemerintah dan difabel itu sendiri.

Bagi Risna, adanya bengkel reparasi kursi roda merupakan peluang besar untuk meningkatkan ekonomi difabel. Disamping itu juga menjadi pasar kerja baru yang mampu menyerap pekerja difabel. “Artinya difabel juga memiliki daya saing dalam aspek apapun,” tambahnya.[Robandi]

The subscriber's email address.