Lompat ke isi utama

PPRBM Solo Lakukan Survey Ulang Aksesibilitas Layanan Kesehatan

lider.or.id, Karanganyar-PPRBM Solo melalui program advokasi dan pemberdayaan difabilitas bekerja sama dengan Kabupaten Karanganyar sejak tahun 2010 berkomitment untuk lebih meningkatkan partisipasinya dalam rangka pemenuhan hak-hak difabel. Salah satu upaya advokasi di bidang kesehatan adalah pemenuhan aksesibilitas dan fasilitas pelayanan kesehatan yang ramah difabel, sebagaimana termaktub dalam Undang-Undang No. 8 Tahun 2016 dan Perda No.6 Tahun 2014 tentang kesetaraan difabel.

Sebagai wujud pemberdayaan difabel, lima anggota Self Help Group (SHG) melakukan survey ulang (survey pertama tahun 2016) sesuai dengan dua payung hukum di atas serta Permenkes No. 45 Tahun 2015. Untuk membekali para surveyor, maka diadakan bimbingan teknis yang difasilitatori oleh Istini Anggoro dari PPRBM Solo di Cangakan, Senin (5/6). Survey layanan kesehatan dan aksesibilitas layanan kesehatan diselenggarakan pada 7-15 Juni 2017.

Istini menjelaskan bahwa kelima surveyor yang berasal dari SHG tersebut melakukan survey ke 45 tempat layanan kesehatan terdiri dari 21 puskesmas, 12 puskesmas pembantu (pustu), 7 klinik dan praktik dokter umum, dan 5 rumah sakit. Mereka membagi pekerjaan ini sesuai dengan wilayah terdekat. Kepada Solider, Istini menjelaskan bahwa survey ini dilakukan di 7 kabupaten/kota dampingan PPRBM Solo. “Dari pencatatan hasil survey tahun lalu pasti akan berbeda dengan tahun ini Beberapa puskesmas yang didata tahun lalu, ada beberapa telah terakreditasi dan ini sesuai dengan Permenkes,” pungkas Istini Anggoro.  

 

The subscriber's email address.