Lompat ke isi utama

Child Selfguarding Training Sebagai Konsep Perlindungan Anak untuk Kelembagaan

Solider.or.id, Surakarta-PPRBM Solo didukung CBM EU menyelenggarakan Child Selfguardsing Training di Hotel Amrani yang diikuti oleh direktur, manajer program, fasilitator program, staf keuangan dan kesekretariatan hingga cleaning service selama tiga hari (29-31/5). Child Selfguarding adalah kebijakan baru melengkapi konsep perlindungan anak secara kelembagaan yang tidak memiliki risiko kekerasan anak dengan konsep baru di Indonesia. Konsep ini belum ada di Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 Tentang Perlindungan Anak. Child Selfguarding dalam sisi kelembagaan adalah hak anak dengan semua mitra yang sebelumnya menggunakan Child Protection. Demikian keterangan Tumpal Sujadi, narasumber dan fasilitator pada pelatihan yang baru pertama kali diujicobakan kepada lembaga mitra CBM EU kepada Solider.

Pelatihan juga menjadi proses untuk memetakan risiko yang mungkin terjadi dan dihadapi yakni pengecekan latar belakang staf, memilih terapis tetapi staf tidak tahu risiko-risiko yang dilihat dan kapasitas staf tidak tahu. Hal ini sangat penting karena staf selalu berhadapan dengan anak-anak berkebutuhan khusus dan terapis. Itu hanya contoh saja bagaimana Child Selfguarding ini sudah dimulai sejak awal sebuah lembaga dalam rekrutmen staf.

Sunarman, Direktur PPRBM Solo mengatakan pelatihan Child Selfguarding ini penting sebab ada risiko-risiko yang selama ini PPRBM Solo belum sadari bahwa risiko itu nyata, berkontribusi mencederai perlindungan anak dari sisi kebijakan, orang-orang dengan kegiatannya, kemitraannya. Hal ini untuk mengantisipasi bahwa setiap orang yang bekerja di PPRBM Solo adalah ramah anak, layak anak. “Kami selama ini berpengalaman dalam difabilitas terkait perlindungan anak. Poin ini penting bagaimana organisasi ini tidak mencederai hak anak. Sebagai organisasi kami harus fiks dulu paham akan hal itu. Nanti kami akan refresh dan upgrading dan itu menjadi pengaruh yang menjadi indikator. Yang baik ditingkatkan, yang tidak baik disetting sampai akuntabilitasnya juga. Ini nanti menjadi actionplan atau tindak lanjut,” pungkas Sunarman kepada Solider.

 

The subscriber's email address.