Lompat ke isi utama

Gubernur DIY Keluarkan Testimoni Positif tentang Jamkesus Terpadu

Solider.or.id.Yogyakarta. Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X mengeluarkan testimoni positif tentang Pelayanan Jaminan Kesehatan Khusus (Jamkesus) Disabilitas Terpadu. Dalam testimoni tertulis yang diterima Solider, Rabu (17/5), melalui Badan Pelayanan Jaminan Kesehatan Sosial (Bapel Jamkesos), Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Sultan menyatakan Pelayanan Jaminan Kesehatan Khusus (Jamkesus) Disabilitas Terpadu merupakan best practice (praktik baik) yang tidak ada duanya di Indonesia dan menjadi model dunia. Testimoni.

Lebih lanjut dalam pernyataan tertulisnya, Sultan menyatakan bahwa layanan yang bersifat one stop service dengan mobilitas penjemputan oleh para sukarelawan terbukti dapat menjangkau masyarakat difabel di wilayah terpencil.

“Pelayanan yang bersifat one stop service bagi penyandang disabilitas dengan menghadirkan seluruh penyedia layanan baik pemerintah, fasilitas layanan kesehatan, penyedia alat bantu, pelayanan sosial atau vokasional, pendataan kependudukan dan jaminan kesehatan, yang didukung mobilisasi antar jemput oleh para pegiat sosial di lokasi dan hari yang sama. Pelayanan dilakukan di berbagai wilayah terpencil yang jauh dari layanan dan fasilitas kesehatan.” Testimoni tertulis Sultan yang dikeluarkan Mei 2017.

Dalam testimoni selanjutnya Sultan menulis, dengan pendekatan ini,secara signifikan dapat meningkatkan akses pelayanan secara menyeluruh, lengkap, sekaligus sebagai sosialisasi dan edukasi secara tidak langsung keberadaan program kepada masyarakat luas. Program ini mampu mengintegrasikan berbagai pemangku kepentingan (stake holder) yang terdiri dari institusi pemerintah, swasta, LSM, perguruantinggi, organisasi kemasyarakatan, organisasi kepemudaan, dan dapat menggerakkan berbagai elemen masyarakat.

Energi wujudkan layanan terbaik

Menanggapi pernyataan dalam testimoni tersebut, Kepala Seksi Pemeliharaan Kesehatan Bapel Jamkesos DIY, Agus Priyanto mengatakan bahwa testimoni tersebut menjadi sebuah dukungan, sumber energi yang menguatkan Bapel Jamkesos DIY sebagai penyelenggara program Jamkesus Disabiilitas Terpadu.

Pernyataan tersebut diharapkan juga menjadi sumber kekuatan bagi siapa saja yang terlibat dalam pelaksanaan pemberian layanan Jamkesus Terpadu. Sehingga program Jamkesus Terpadu dapat memberikan layanan yang lebih baik kepada semua difabel di DIY.

Pada kesempatan berbincang dengan Solider, Agus mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang tinggii terhadap berbagai pihak baik pemerintan, swasta, para mitra, para sukarelawan, difabel dan keluarga difabel, yang telah terlibat, mendukung dan mensukseskan program Jamkesus Disabilitas Terpadu.

“Memberikan layanan yang baik terhadap seluruh penyandang disabilitas tanpa kecuali, itu yang sangat ingin kami lakukan. Jamkesus Terpadu akan tetap ada hingga ada pemberi layanan kesehatan dan alat bantu kesehatan bagi difabel,” ujar Agus pada Solider, Rabu (17/5).

Menjawab pertanyaan Solider tentang layanan Jamkesus Reguler, Agus mengatakan layanan reguler juga tidak lepas menjadi perhatian dan konsentrasi Bapel Jamkesos untuk dapat memberikan manfaat sebaik mungkin kepada seluruh masyarakat  difabel.

“Jamkesus reguler harus dapat lebih baik memberikan layanan, mempermudah layanan, sehingga difabel dapat mengakses fasilitas kesehatan di tempat terdekat setiap saat membutuhkan, tidak harus menunggu jadwal Jamkesus Terpadu,” tandasnya.

Saat ini berkerja sama dengan UCP memberikan pelatihan kepada para tenaga kesehatan di puskesmas untuk dapat melakukan assesment, melakukan pemeriksaan, dan pengukuran terhadap kebutuhan alat bantu kesehatan.

Layanan Jamkesus Terpadu menurut Agus, memberikan pembelajaran kepada berbagai pihak (stake holder), bagaimana memberikan layanan kesehatan dan alat bantu kesehatan kepada masyarakat difabel di DIY. Harapannya dapat diwujudkan dalam layanan jamkesus reguler.

Lampiran Ukuran
Testimoni Gubernur DIY.pdf.pdf 1.05 MB
The subscriber's email address.