Lompat ke isi utama

Syukuran Ulang Tahun ke-14 SIGAB dan Kunjungan TAF

Solider.or.id.Yogyakarta.“Untuk menjadi besar jangan menunggu punya kapasitas besar. Karena kapasitas itu akan mengikuti cita-cita. Jadi jangan menunggu,” ujar Direktur SIGAB, Muhammad Joni Yulianto dalam sambutan pada syukuran ulang tahun ke-14 SIGAB, Rabu (17/5)  di Aula Balai Desa Sendangtirto, Berbah, Sleman.

Sebuah semangat yang mendasari berdiri dan lahirnya sebuah organisasi yang diberi nama SIGAB pada 5 Mei 2003, yang hingga kini terus menjadi salah satu semangat organisasi SIGAB. Demikian ditandaskan Joni di depan pimpinan dan staf The Asia Foundation (TAF) Indonesia yang hadir melakukan kunjungan ke SIGAB, dan para undangan lain.

Pada kesempatan tersebut, Joni Yulianto juga menyampaikan perubahan kepanjangan dari SIGAB. SIGAB yang pada awalnya merupakan kepanjangan dari Sasana Integrasi dan Advokasi Difabel, pada usianya ke-14 berubah menjadi Sasana Inklusi dan Gerakan Advokasi Difabel Indonesia.

Dituturkan pula bagaimana SIGAB berproses dari awal berdirinya, hingga saat ini. Pada awalnya SIGAB digagas sebagai sebuah wadah atau ruang belajar dan advokasi bagi siapa saja. “Pada awalnya belum jelas akan menjadi seperti apa nantinya, hanya bermodalkan gagasan tanpa mempunyai apa-apa,” ungkapnya.

Bermodalkan gagasan dan berniat menjadi sebuah organisasi yang konsisten dalam melakukan upaya penguatan partisipasi difabel di ruang politik dan hukum, menjadi ruh yang dijaga oleh SIGAB.Hingga pada akhirnya terlibat dalam pemilu 2014, 2019 serta pilkada 2017 dan berkembang dengan kegiatan-kegiatan lainnya.

Sebelumnya, pada 2006 SIGAB mulai menggagas kebutuhan media guna menyampaikan dan menggali informasi seputar isu difabilitas. Menerbitkan media cetak berupa majalah yang terbit bulanan terwujud, mengawali gerakan memenui kebutuhan informasi tersebut. Dan tahun 2011 berkembang menjadi sebuah website, yang diberi nama Solider dengan portal www.solider.or.idyang terus menjadi sebuah kantor berita khusus isu disabilitas di Indonesia yang eksis hingga saat ini.

Seiring berkembangnya waktu ternyata difabel tidak hanya membutuhkan informasi, namun juga pendampingan hukum.Banyaknya kasus peradilan di mana tidak ada ruang bagi difabel berhadapan dengan hukum, tahun 2012 mulai melakukan pendampingan hukum terhadap difabel.

Perjalanan SIGAB selanjutnya, tahun 2015 mulai menggagas dan bergerak mewujudkan desa inklusi. Bagi Joni, desa menjadi salah satu bagian dari negara yang harus bisa melakukansesuatu. Banyak difabel yang tinggal di desa menurut Joni harus menjadi aset bagi pembangunan desa, apalagi SIGAB yang juga berkantor di desa.

Sebanyak 70.000 lebih desa, di mana mayoritas difabel tinggal di desa. Dari sana SIGAB melakukan pembangunan inlusif di desa, pembangunan yang menyertakan seluruh masyarakatnya tanpa kecuali difabel. Sehingga difabel bukan lagi menjadi beban, melainkan aset yang dapat berkontribusi untuk pembangunan desa menjadi lebih baik.

Lahinya desa inklusi yang dimulai pada delapan desa, desa memiliki data yang lebih baik terkait difabel. Dari data awal sebuah desa yang hanya memiliki jumlah 70 orang difabel, dengan menjadi desa inklusi data difabel menjadi 360 orang. Selain itu, adanya desa inklusi desa memiliki sumber informasi yang lebih untuk melakukan perencanaan yang lebih akurat.

Kunjungan TAF

Bersamaan dengan syukuran SIGAB mendapatkan kunjungan The Asia Foundation (TAF) Indonesia.Sebanyak 37 pimpinan dan staf hadir untuk melihat secara langsung kegiatan yang dilakukan oleh salah satu partner TAF, yakni SIGAB.

Menurut Sandra Hamid, Country Director of TAF Indonesia dengan hadir langsung maka staf TAF diharapkannya dapat mengetahui tantangan yang dilakukan oleh partnernya. Dengan demikian memiliki rasa keterlibatan secara emosional tentang apa yang dilakukan oleh partnernya.

Kujungan yang menyertakan seluruh staf dan karyawan tersebut merupakan kali pertama dilakukan oleh TAF. Harapan lain, para staf dan karyawan dapat melakukan sesuatu yang lebih setibanya di kantor demikian pula dapat menularkan pada Civil Society Organization(CSO) atau lembaga sosial masyarakat lainnya.

The subscriber's email address.