Lompat ke isi utama

Sosialisasikan Kesehatan Jiwa, KPSI Solo Raya Siaran Radio SAS FM

Solider.or.id, Surakarta-Komunitas Peduli Skizofrenia Indonesia (KPSI) Solo Raya menyelenggarakan sosialisasi dengan melakukan siaran Radio SAS FM Solo Baru di program Nongki, Nongkrong Bareng Komunitas Indonesia, Sabtu (13/5). Acara yang berdurasi enampuluh menit menghadirkan Fida Nastiti, founder dan Astuti, koordinator lapangan KPSI Solo Raya dengan dipandu oleh penyiar. Mengingat pentingnya edukasi kepada masyarakat atas pentingnya pengetahuan tentang kesehatan jiwa dan mendesak untuk mengajak masyarakat yang peduli skizofren untuk bergabung dalam komunitas, baik menjadi anggota maupun relawan.

Beberapa pertanyaan mencuat terkait KPSI Solo Raya, tentang apa saja yang telah dilakukan dan program apa yang kini tengah dikembangkan. Fida Nastiti menjelaskan bahwa KPSI Solo yang pernah menyelenggarakan seminar kesehatan jiwa di balai kota Solo yang diikuti oleh 250 peserta baik Orang Dengan Skizofrenia (ODS), caregiver, maupun pemerhati masalah kejiawaan dan simpatisan KPSI Solo Raya. KPSI Solo Raya juga berkiprah dalam peringatan hari kesehatan jiwa setiap tahun bekerja sama dengan RSJ dr Arif Zainudin di antaranya dengan menyelenggarakan longmarch dan menggandeng komunitas lain mengadakan pertunjukan teater oleh ODS serta kampanye sehat jiwa pada tahun 2015 di area Car Free Day (CFD).

Di samping pertemuan rutin yang diselenggarakan per tiga bulan, KPSI Solo Raya juga melakukan koordinasi dengan memanfaatkan group-group di media sosial, seperti facebook, whatsapp dan instagram. Media-media sosial tersebut selain dimanfaatkan untuk berjejaring dan menambah kapasitas pengetahuan juga untuk untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh ODS maupun caregiver tentang kesehatan jiwa. Beberapa relawan yang terdiri dari mahasiswa memiliki jadwal untuk bersama melakukan kegiatan di RSJ dr Arif Zainudin seperti kelas keterampilan, biasanya di ruang rehabilitasi dan ikut serta bersama para psikiater, perawat, residen mengikuti family therapy bagi pasien rawat jalan RSJ dr Arif Zainudin.

Menjadi sebuah catatan ‘pekerjaan rumah’ bersama tatkala KPSI Solo berbicara tentang masih kentalnya stigma yang berkembang di masyarakat terkait ODS. Bahkan stigma ini juga terjadi kepada keluarga ODS. Mereka cenderung menutup diri dan merasa malu memiliki anggota keluarga ODS. “Untuk itu kami mengajak bersama-sama kepada masyarakat, dan keluarga ODS agar menghilangkan stigma dengan menerima mereka. Saya yakin jika ada kerja sama baik dengan pemerintah melalui dinas sosial setempat, caregiver ODS dan ODS sendiri untuk mampu bangkit dan rutin berobat, tentu hal-hal yang tidak diinginkan seperti relaps (kambuh) kemudian pasien melakukan kegiatan destruktif atau membahayakan lainnya, tidak akan terjadi. Saat temui ODS di jalan maka segera hubungi dinas sosial setempat atau kontak sekretariatan kami,” jawab Fida Nastiti saat menjawab pertanyaan tentang apa dan bagaimana yang harus dilakukan ketika seseorang menghadapi ODS berat dan dalam kondiri relaps (kambuh).

The subscriber's email address.