Lompat ke isi utama

350 Warga Sleman Nikmati Layanan Jamkesus Terpadu dan Preventif TORCH

Solider.or.id. Sleman.Sebanyak 350 warga Sleman berkesempatan mengakses layanan Jaminan Kesehatan Khusus (Jamkesus) Terpadu Disabilitas dan pelayanan preventif (screening) TORCH (Toxo, Other, Rubella, CMV dan Herpes Simplex), yang diselenggarakan Badan Pelayanan Jaminan Kesehatan Sosial (Bapel Jamkesos) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Bertempat di Gedung Kresna, Lantai 2, Rumah Sakit Akademik UGM, Jl. Kabupaten, Kronggahan, Trihanggo, Sleman, kegiatan  digelar selama dua hari. Yakni Rabu (19/4) khusus memberikan layanan Jamkesus Terpadu Disabilitas dan Kamis (20/4) khusus pelayanan jaminan kesehatan preventif atau screening TORCH.

Dalam sambutan pembukaannya, Rabu (19/4), Kepala Bapel Jamkesos DIY, Siti Badriyah, Apt., M.Kes, mengatakan bahwa Layanan kesehatan diberikan kepada sebanyak 350 warga Sleman. Dengan perincian, Jamkesus Terpadu Disabilitas diperuntukkan bagi 150 difabel di enam kecamatan Kabupaten Sleman, yakni: Tempel, Turi, Sleman, Sayegan, Mlati dan Gamping. Adapun pelayanan jaminan kesehatan preventif (screening) TORCH (Toxo, Other, Rubella, CMV dan Herpes Simplex) diperuntukkan bagi 200 Pasangan Usia Subur (PUS) penduduk Kabupaten Sleman.

“Pada tahun anggaran 2017, screening TORCH akan selalu membersamai setiap kali pelaksanaan layanan Jamkesus Terpadu Disabilitas. Sehingga pada lima titik layanan yang ditetapkan pada 2017, akan terdapat lima kali layanan Jamkesus Terpadu dan lima kali screening TORCH.” Ungkapnya.

Adapun pelayanan jaminan kesehatan preventif TORCH merupakan program yang kedua kalinya digelar oleh Pemerintah Daerah (Pemda) DIY melalui Bapel Jamkesos, sejak 2016. Program layanan preventif TORCH khusus diperuntukkan bagi PUS beresiko tinggi TORCH, dengan keterbatasan ekonomi, sebagaimana syarat yang diberlakukan.

Seluruh rangkaian kegiatan dilakukan secara terpadu, mulai dari pelayanan assement sosial, pelayanan medis pemberi layanan kesehatan (PPK) I, pelayanan medis PPK II (spesialis), pelayanan pemeriksaan laboratorium, dan pelayanan komunikasi informasi dan edukasi kepada PUS resiko tinggi TORCH.

“Perlu dukungan beberapa pihak agar keberlangsungan (sustainable) program dapat terus berjalan. kata Siti Badriyah,” ungkap Badriyah di akhir sambutannya.

Dihadiri istri Bupati Wonogiri

Verawati Joko Sutopo,Istri Bupati Wonogir imenyempatkan hadir dalam layanan Jamkesus Terpadu yang dilaksanakan di RSA UGM tersebut. Dia mengungkapkan kekagumannya atas keberhasilan Pemda DIY dalam memberikan layanan kesehatan kepada difabel. Dia berharap berbagai praktik baik layanan kesehatan oleh Pemda DIY, dapat diadopsi di Wonogiri.

“Sudah terpadu, terintegrasi, baik, rapi, dan manusiawi juga berkesinambungan. Luar biasanya lagi, pasien tidak ada yang terlantar, para dokter pun tidak terlantar. Semua dimanajemen dengan rapi. Ada kunjungan dan penjemputan di tempat pasien yang terhambat mobilisasi. Semoga kami bisa mengadopsinya di Wonogiri. Meski tidak harus sama, melainkan sesuai kemampuan kami,” ungkapnya.

The subscriber's email address.