Lompat ke isi utama

Training Disability Inclusive Development Bagi Perangkat Desa Ubah Pola Pikir

Solider.or.id, Surakarta-PPRBM Solo didukung oleh CBM UE menyelenggarakan Training DIsability Development (DID) bagi perangkat desa di Hotel Amrani, Selasa-Kamis, (11-13/4). Salah seorang peserta, Marjono, Sekretaris Kecamatan Mojosongo Boyolali kepada Solider mengatakan bahwa pelatihan ini sangat luar biasa membuka mata pemangku kebiajakan yang semula tidak tahu dan stigma dan ada pandangan yang kurang baik lalu ada perubahan pola pikir. Perubahan pola pikir diharapkan mampu mengubah yang selama ini difabel butuhkan terkait dengan kebijakan, sarana prasarana dan inklusivitas anggaran desa.

Marjono menambahkan bahwa usai pelatihan pihaknya telah memiliki konsep sebagai langkah pertama yakni mempersiapkan berbagai aksi yang akan disampaikan kepada pemangku kebijakan (Camat) yakni membuat surat edaran agar terselenggara pembangunan inklusi utamanya adalah aksesibilitas sarana dan prasarana.

Sunarman, Direktur PPRBM Solo selaku penyelenggara acara menyampaikan bahwa training ini sama dengan kegiatan PPRBM lainnya di tujuh kota/kabupaten, bahwa keberadaan difabel selama ini masih  masuk sistem informal sehingga tentunya kebutuhan dan hak-hak  belum masuk ke permukaan. Masih ada sensitif dan kapasitas aparat desa nyaris nol dan terkait difabel dan hal-hal yang jika dibiarkan akan memunculkan stigma dan diskriminasi. “Maka suatu saat biar tidak hilang kami  mengenalkan konsep RBM dan pembangunan inklusi dan outputnya adalah action plan masuk ke anggaran dan kegiatan yang dilakukan dan akan ada interaksi sosial lalu pelayanan yang ramah difabel. Hal ini mengurangi stigma diskriminasi tingkat desa,” jelas Sunarman kepada Solider.

Para peserta adalah aparat desa di kecamatan Musuk dan Mojosongo yakni sekretaris camat, kepala desa, dan anggota BPD, ada yang diwakilkan kepala dusun. “Mereka mengaku harusnya ada anggaran untuk difabel. Lalu yang kami harapkan adalah lahir kebijakan untuk difabel, kebijakan yang inklusif. Tahun lalu kami banyak melakukan training, jenis pelatihan lain yakni capacity building, ada sensitivitas untuk tokoh masyarakat dan DID,”pungkas Sunarman.

 

The subscriber's email address.