Lompat ke isi utama

Upayakan Pemberdayaan Difabel dengan Job Fair dan Pameran Kreativitas

Solider.or.id, Semarang - Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Provinsi Jawa Tengah menggelar Job Fair XXIII serta pameran Inovasi dan Kreativitas Produk Tenaga Kerja difabel. kegiatan dilaksanakan selama dua hari pada 12 dan 13 April 2017 di di Gedung Rimba Graha, Jalan Pahlawan, Semarang.

Dalam Job Fair tersebut, pemerintah menyertakan 40 perusahaan yang membuka peluang bagi Difabel. Pemerintah turut pula menggandeng 40 karya kreatif  difabel dari 35 kabupaten kota di Jawa Tengah untuk berperan serta dalam pameran karya dengan memasarkan produk-produk unggulan mereka. Karya yang dipajang dan dipasarkan meliputi kelompok usaha jenis makanan, ketrampilan tangan, lukisan, jahit, dan otomotif.   

Berusaha menjadi salah satu provinsi yang ramah difabel, maka job fair kali ini dikhususkan untuk pencari kerja difabel.  “Hal ini dimaksudkan agar masyarakat lebih inklusif. Masyarakat bisa turut menciptakan suasana ramah dan nyaman bagi difabel sehingga difabel lebih optimis dalam menggali dan mengembangkan karya-karya mereka.” Ahmad Aziz, SE, M.Si, Kabid Penempatan Tenaga Kerja Provinsi Jateng, mewakili Gubernur Jawa Tengah menutup bacaan sambutannya yang juga menjadi penanda resmi job fair ke XXIII dibuka, disertai penyerahan cenderamata yang merupakan karya difabel peserta pameran pada perwakilan Kementrian Ketenaga kerjaan.  

Sementara itu dalam sambutannya, Joko Pranowo mengatakan bahwa untuk memberikan penghargaan pada perusahaan yang sudah mempekerjakan tenaga difabel, pemerintah memberikan apresiasi setiap tahun pada 10 perusahaan yang memenuhi lima kriteria, yaitu penempatan dan rekruitmen, pengembangan dan pelatihan SDM, kesejahteraan, aksebilitas (baik alat, perlindungan kerja, maupun fasilitas umum perusahaan) dan faktor keselamatan kerja.

Miftah, difabel daksa salah satu peserta pameran yang sudah 4 tahun menggeluti kerajinan topeng kayu dari Wonosobo mengharapkan agar kegiatan serupa menjadi agenda tahunan.“Dengan ikut pameran, karya kami akan lebih mudah dikenal dan berpotensi untuk dipasarkan. Hal ini karena membuat kerajinan topeng kayu selain untuk pekerjaan buat saya juga menjadi alat untuk nguri-uri kebudayaan. Kalau bukan kita siapa lagi, kan?” (Yanti)

 

 

The subscriber's email address.