Lompat ke isi utama

Siswa Tuli Kerjakan Soal Listening Bahasa Inggris Berbentuk Teks pada Ujian Nasional

Solider.or.id, Yogyakarta - Ujian Nasional untuk siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) telah berlangsung sejak 3 April 2017. Kepala Solider, Muhammad Dafi Muchlisin sebagai salah satu siswa Tuli SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta menyampaikan rasa syukurnya karena telah menyelesaikan rangkaian ujian sekolah dan ujian nasional (5/4).

“Sekolah yang memiliki siswa difabel dan membutuhkan aksesibilitas, memang harus proaktif menyampaikan kebutuhan siswa kepada dinas pendidikan. Melapor saja tidak cukup”, ungkap Muhaimin S.Ag, M.Pd selaku guru di SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta.

Muhaimin menambahkan, SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta telah memberikan jam tambahan pelajaran kepada lima siswa Tuli yang menjadi siswanya. Jam tambahan pelajaran yang diberikan adalah pelajaran yang masuk ke dalam ujian nasional, yakni Matematika, Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia. Kegiatan ini tidak wajib, hanya kepada siswa Tuli yang membutuhkan dan jika merasa pelajaran yang disampaikan guru di kelas kurang.

Terkait jam tambahan pelajaran tersebut, Dafi mengatakan bahwa adanya jam tambahan tersebut sangat membantu dirinya mengejar ketertinggalan materi di kelas. “Tapi saya masih merasa kurang di pelajaran teori produktif. Sayangnya pelajaran untuk ujian sekolah tidak diberi jam tambahan pelajaran karena saya kesulitan memahami Bahasa Arab, Fisika, Seni Budaya, dan Bahasa Jawa”, ungkap Dafi menggunakan bahasa isyarat.

Namun Dafi dan keempat temannya merasa bersyukur karena pihak sekolah telah proaktif memperhatikan kebutuhan siswa Tuli. “Sebelumnya saya khawatir soal listening Bahasa Inggris tidak bisa saya ikuti karena saya tidak bisa mendengar, tapi alhamdulillah soal listening untuk siswa Tuli semua dalam bentuk teks sehingga kami tidak kesulitan mengerjakan soal listening,” imbuhnya.

Total siswa kelas tiga di SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta adalah 406 siswa, meninggal satu orang sehinnga berjumlah 405 siswa yang mengikuti ujian nasional. Lima orang diantaranya adalah Tuli. Muhaimin berharap, seluruh siswa Tuli ini dapat lulus dengan nilai yang baik, jika ingin melanjutkan kuliah mendapatkan jurusan yang diinginkan, jika tidak langsung kuliah semoga dapat menggunakan ilmu yang didapatnya untuk kebaikan masyarakat.

Saat ditanya rencana ke depan, empat dari lima siswa Tuli SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarata ini megaku ingin melanjutkan pendidikan ke univeritas, sedangkan satu orang lainnya ingin kembali ke kampung halaman di Temanggung untuk membantu ibu bekerja. (Ramadhany Rahmi)

The subscriber's email address.