Lompat ke isi utama

Pentingnya Dukungan Keluarga dalam Film Shadow of The Past

Film Shadow of The Past diproduksi tahun 2013 di negara Philipina dan diputar di Indonesia pada tahun 2014 ini memuat tentang trauma masa lalu yang menyebabkan seseorang mengalami skizofren.
Gangguan kejiwaan yang muncul secara tiba-tiba, di tengah sebuah keluarga yang rukun dan harmonis tentu saja adalah sebuah tragedi. Film ini adalah sebuah perjalanan bagaimana keluarga beradaptasi dengan salah satu anggotanya yang mengidap skizofren. Shadow The Past sebagai film independen yang pernah mendapat penghargaan di Philipina
Irene adalah seorang istri dengan satu anak. Awalnya ia hidup bahagia bersama keluarganya yang terdiri dari suami, anak, ibu mertua, dan adik iparnya. Hingga suatu saat sang suami mendapatkan pekerjaan di Dubai sehingga harus meninggalkan Irine dan keluarganya. Selang beberapa waktu kepergian sang suami, merebak kasus perampokan serta pembunuhan di lingkungan sekitar rumahnya. Hal itu memicu timbulnya ketakutan yang berlebihan dalam diri Irine. Berawal dari ketakutan yang berlebihan itu memunculkan halusinasi Irene tentang sebuah mobil dan seseorang yang setiap malam mengintai rumahnya. Ketakutan Irene menyebabkan kepanikan dalam keluarganya dan membuat sang adik ipar mengalami kecelakaan.
Rasa bersalah Irene membuat munculnya halusinasi baru yaitu seorang perempuan cantik yang dalam pikirannya adalah pacar adik iparnya. Sang adik merasa ada yang salah dengan kondisi kakak iparnya yang mulai berbicara dengan sendirinya.  Ia lantas menceritakan hal tersebut pada kakaknya yang bekerja di Dubai dan membuatnya kembali pulang ke rumah. Sebagaimana budaya di Philipina yang tak jauh dari budaya Indonesia, ibu mertua Irene merasa khawatir dengan kondisi Irene. Ibu mertua Irene kemudian  untuk memanggil seorang dukun karena menganggap bahwa Irene kerasukan hantu penghuni rumah. Hal tersebut tidak membuahkan hasil, malah Irene sekarang juga memiliki halusinasi tentang satu pasangan yang sering berkunjung di dini hari dan mengaku sebagai tahanan yang melarikan diri.
Keadaan Irene semakin kacau sehingga sang suami membawanya kepada seorang psikiater dan memberikan Irene penanganan medis. Menurutnya, Irene mengidap gangguan mental berupa skizofrenia yang muncul karena trauma masa kecilnya.  Saat kecil, ia pernah menyaksikan penyiksaan ibu kandungnya yang diakukan oleh keluarga terdekat dan tentara militer. Selain itu kondisi lingkungan dan sekitarnya juga membuat kondisi Irene semakin parah. Beruntung dia memiliki suami dan anak yang rela mendampingi dia saat berobat. Dorongan dari suami inilah yang lambat laun menjadikan  Irene berangsur membaik.
Berobat dan periksa rutin ke RSJ atau psikiater adalah solusi bagi ODS. Selain itu,  dukungan penuh setiap keluarga yang memiliki anggota keluarga seorang skizofren juga sangat diperlukan. Film ini mengajarkan banyak hal tentang bagaimana cara menyelami kehidupan ODS.

The subscriber's email address.