Lompat ke isi utama

Di New Zealand, Bahasa Isyarat adalah Bahasa Resmi

Solider.or.id, Yogyakarta - Setiap tahun Gerkatin Yogyakarta (Gerakan untuk Kesejahteraan Tuli Indonesia) rutin adakan pertemuan guna memperingati ulang tahun berdirinya organisasi yang kini berusia 36 tahun. Pada tahun ini Gerkatin Yogyakarta mengadakan pertemuan di Kantor Balai Pemuda dan Olahraga Disdikpora DIY dengan dihadiri 69 peserta. (26/2)

Tiga orang pembicara bercerita kepada peserta mengenai pengalaman dan menyampaikan beberapa informasi.  Hafidh menceritakan pengalamannya sebagai satu-satunya peserta difabel yang mengikuti kegiatan Zetizen Go To New Zealand 2016, Riri menceritakan pengalamannya menjadi delegasi pemuda Tuli ke Amerika Serikat, dan Phieter sebagai ketua Gerkatin Kepemudaan yang datang dari Jakarta untuk mensosialisasikan adanya Gerkatin Kepemudaan.

“Pengalaman yang tidak terlupakan saat saya berkunjung ke New Zealand adalah bahasa resmi yang digunakan ada tiga, yakni Bahasa Inggris, Bahasa Maori, dan Bahasa Isyarat. Luar biasa karena jika dibandingkan dengan Indonesia, bahasa isyarat belum banyak dikenal oleh masyarakat”, cerita Hafidh.

Sedangkan Riri menceritakan bahwa dirinya sangat senang mendapat kesempatan ke Amerika Serikat sebagai negara pertama yang dikunjunginya. “Sangat luar biasa bahwa di Amerika Serikat terdapat sebuah kampus khusus Tuli yang bernama Gallaudet University. Akses informasi bagi Tuli Amerika sangat baik sehingga Tuli disana punya pekerjaan yang baik, contohnya ada yang menjadi dokter, pengacara, perancang busana, pemain sepak bola, dan resepsionis Gedung Putih pada masa Presiden Obama”, ungkap Riri.

Phieter Angdika menjelaskan bahwa Gerkatin Kepemudaan didirikan pada 18 Agustus 2016. Tujuan berdirinya Gerkatin Kepemudaan adalah untuk mendorong pemuda Tuli terlibat aktif dalam berbagai kegiatan dan berpartisipasi untuk memajukan Tuli Indonesia. “Salah satu program yang sedang kami jalani adalah mempersiapkan 2 pemuda Tuli mengikuti kemah pemuda Tuli di Australia pada April 2017. Besar harapan kami pemuda Tuli kembali aktif membangun negeri”, pungkas Phieter. (Ramadhany Rahmi)

The subscriber's email address.