Lompat ke isi utama

Audit Sosial terhadap Aksesibilitas Layanan Publik

Solider.or.id.Yogyakarta.Sejumlah elemen masyarakat yang tergabung dalam warga berdaya menyelenggarakan diskusi yang bertajuk proyeksi peran masyarakat sipil Yogyakarta pasca Pemilihan Walikota 2017. Diskusi yang dilaksanakan di Hall Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Desa (STPMD)  tersebut dihadiri pula oleh tiga orang perwakilan difabel. Mereka adalah Widi Hartanti, I Made Sujana dan Presti Murni Setiati.

“Audit sosial terhadap aksesibilitas layanan publik yang melibatkan peran serta masyarakat perlu dilakukan.”Ungkap Widi Hartanti,  pegiat isu difabel saat memproyeksikan pengamatannya pada dialog usai pemaparan materi oleh para nara sumber, Kamis (19/1/2017).

“Bukan berarti saya tidak menghargai pemerintah kota. Saya tetap mengapresiasi bagaimana pemerintah mengimplementasikan Perda DIY No.4 tahun 2012 tentang perlindungan dan pemenuhan Hak-hak Penyandang Disabilitas,” lanjut Widi.

“Dinas pendidikan  sangat terbuka terhadap masukan terkait pemenuhan hak difabel di sektr pendidikan.  Pembangunan fasilitas guiding block di berbagai trotoar juga merupakan kinerja pemerintah yang  patut diapresiasi. Namun  bukan hanya ketersediaan aksesibilitas saja yang perlu mendapatkan pemenuhan, melainkan juga keberfungsian dari fasilitas tersebut juga perlu   diperhatikan.” Ujar Widi.

Widi melanjutkan bahwa selama ini guiding block yang dibangun di berbagai trotor hilang fungsi karena disalahgunakan sebagian masyarakat sebagai tempat berjualan dan area parkir.  Sosialisasi terhadap masyarakat luas mengenai fungsi fasilitas yang dibangun juga perlu digencarkan sehingga fasilitas beungsi sebagai mana mestinya.

Masih menurut Widi, untuk mencapai hasil yang sesuai dengan harapan memang membutuhkan proses. Untuk mengawal jalannya proses, dibutuhkan adanya masukan atau evaluasi atas kinerja pemerintah. Hal tersebut dapat dilakukan melalui audit sosial. Hasilnya dapat disandingkan dengan program yang akan berjalan.

Widi menjelaskan bahwa audit sosial dapat dilakukan melalui jajak pendapat maupun uji kelayakan terhadap layanan publik oleh pengguna aksesibilitas, dalam hal ini difabel. Tidak menutup kemungkinan adanya metode lain dalam audit sosial. Hasil dari audit sosial nantinya diserahkan pada pemangku kebijakan supaya menjadi evaluasi dan perbaikan pada proses pembangunan selanjutnya.

Impian dan harapan

Sebagai perwakilan masyarakat difabel Widi menitipkan harapan, siapapun yang menjadi walikota nantinya diharapkan dapat mendengarkan suara masyarakat sipil tidak terkecuali suara masyarakat atau kelompok difabel. Mengimplementasikan peraturan dan membudayakan penegakan hukum terhadap pelanggaran peraturan  merupakan hal yang tidak kalah penting.

 

The subscriber's email address.