Lompat ke isi utama
KPU Yogyakarta

PemilihDifabel dalam Pemilihan Wali Kota Yogyakarta

Solider.or.id, Yogyakarta-Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Yogyakarta menetapkan sebanyak 834 pemilih difabel dari keseluruhan pemilih 298.989 pemilih.

 “Daftar tersebut sudah ditetapkan pada pengumuman daftar pemilih tetap (DPT) Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Yogyakarta (Pilwali) 2017, ditetapkan pada  Senin, 5 Desember 2016,” ungkap Sri Surani, Komisioner KPU Kota Yogyakarta, Solider, Jum’at (6/12).

Data tersebut merupakan revisi dari daftar pemilih sementara (DPS) sebelumnya. Menurut keterangan Rani, awalnya data pemilih yang terdaftar hanya 700-an pemilih. Ternyata, setelah dicek kembali dengan organisasi difabel di kota Yogyakarta, terdapat ratusan difabel yang tidak termasuk dalam kategori pemilih difabel, tetapi masuk dalam kategori pemilih umum.

Menurut Rani, pendataan dan penetapan daftar pemilih sesuai dengan kondisi difabilitas masing-masing sangat perlu untuk dilakukan. Hal tersebut berhubungan dengan pemenuhan hak dan kebutuhan alat bantu pencoblosan pada Pemilihan Walikota 2017.

Sosialisasi dan Simulasi

Komisi Pemilihan Umum melakukan beberapa langkah untuk tetap mengawal hak politik difabel dalam pemilihan kepala daerah.  Salah satunya sosialisasi pemilihan walikota 2017 di Yayasan Kesejateraan Tuna Netra Islam (Yaketunis), Jalan Parangtritis Yogyakarta dan difabel di kecamatan Kraton. 

Rani berharap dapat memanfaatkan secara optimal sisa waktu sebulan ini untuk sosialisasi. Sosialisasi selanjutnya akan dilakukannya pada Gerakan Kesejahteraan Tuna Rungu Indonesia (Gerkatin), Himpunan Wanita Difabel Indonesia (HWDI), Ikatan Tuna Netra Muslim (ITMI) serta berbagai organisasi dan komunitas difabel lainnya.

Sehubungan dengan hal tersebut, Rani mengimbau pada siapa saja kelompok atau organisasi difabel untuk mengajukan permohonan kebutuhan sosialisasi. Permohonan dapat dilakukan melalui SMS, whatsapp maupun telepon pada nomor telepon 0813-2833-0586.

Selain sosialisasi, simulasi terhadap berbagai komunitas difabel di seluruh kota Yogyakarta juga akan dilakukan. Rani mengatakan akan mengundang sebanyak 150 difabel di Pendopo KPU kota, untuk mendapatkan simulasi Pilwali 2017. Rencana simulasi akan dilakukan pada minggu ke tiga bulan Januari 2017.

KPU Kota Yogyakarta melakukan sosialisasi dengan  mencetak visi misi kedua pasangan bakal calon walikota dan wakil walikota dalam bentuk braille bekerja sama dengan Sasana Integrasi dan Advokasi Difabel (SIGAB).

The subscriber's email address.