Lompat ke isi utama
foto ramp Stadion Mandala Krida

Difabel Harapkan Fasilitas Olahraga Publik yang Aksesibel

Solider.or.id, Yogyakarta - Olahraga menjadi kebutuhan setiap manusia demi menunjang hidup yang sehat dan bugar. Fasilitas publik berupa ruang terbuka pun disediakan oleh Pemerintah sebagai sarana olahraga untuk masyarakat. Namun, fasilitas publik untuk olahraga ini lagi-lagi dicap tak 'ramah' untuk bisa dicicipi difabel.

"Pengen jogging, tapi gak mungkin mau jogging di jalan raya," begitu kisah Wibowo, salah satu remaja difabel netra mengisahkan kesulitannya untuk bisa olahraga. Beserta kisahnya, Bowo menyelipkan harapan untuk adanya sebuah fasilitas olahraga publik yang memungkinkan akses untuk difabel netra seperti dirinya. Bowo menjelaskan seperti apa fasilitas olahraga publik yang aksesibel. Dia mencontohkan lapangan basket di Mandala Krida misalnya, bisa saja di keliling pinggiran lapangan basket tersebut di list dengan guiding block. Sehingga difabel netra bisa melakukan lari-lari atau jogging mengelilingi lapangan basket tersebut.

Prima, mahasiswa difabel netra juga memiliki kesah yang sama dengan Wibowo, yakni minimnya fasilitas olahraga publik yang aksesibel dan mudah dijangkau oleh difabel. Prima mengungkapkan atas harapan sederhananya, yakni fasilitas olahraga publik yang bisa diakses dengan mudah. Tidak mesti khusus untuk difabel, namun cukup dengan desain yang ramah untuk para difabel. "Gak mesti tempat yang khusus. Cukup dibuat bisa diakses sama difabel. Bukan yang seperti aku aja, tapi buat semua difabel," harap Prima.

Edi Wahyudi, Kepala Balai Pendidikan Olahraga (BPO) Dikpora mengungkapkan jika pihaknya perlahan tengah merevitalisasi aksesibilitas fasilitas olahraga publik untuk difabel. Salah satu yang tengah diusahakan oleh BPO adalah pembuatan ramp untuk pengguna kursi roda menuju tribun VIP Mandala Krida. Menurut Edi, menikmati pertandingan olahraga juga merupakan bagian dari hak difabel. Edi menjelaskan terkait rancangan ramp yang dibuat sangat landai dan panjang, sehingga dapat berfungsi maksimal untuk para difabel yang menggunakan kursi roda. "Jadi kita juga perhatikan penyandang difabel. Kita bikin seperti ini (ramp) biar difabel bisa akses. Dan kita beri kelebihan untuk difabel, kita beri fasilitas tribun VIP," jelas Edi ditemui di kantor BPO.

Meski demikian, belum ada fasilitas lain untuk aksesibilitas fasilitas olahraga publik selain ramp menuju tribun penonton. Saat kami menilik proyek perbaikan bangunan Mandala Krida pada 5 Oktober lalu, ramp masih dalam proses penyempurnaan, meski proyek ini terhitung sudah lama dalam pengerjaannya yakni sejak 2014. Tak lupa kami sampaikan aspirasi dari kawan-kawan difabel seperti Wibowo dan Prima diatas kepada Edi Wahyudi selaku pihak pemangku kebijakan. "Oh begitu. Ini masukan yang bagus untuk kita. Nanti kita upayakan untuk lebih akses lagi untuk difabel," jawab Edi. (Try Kurnia)

The subscriber's email address.