Lompat ke isi utama
Salah satu kegiatan di Pertuni DIY

Ketua Pertuni DIY: Pendidikan Politik Penting bagi Difabel

Solider.or.id, Yogyakarta-  Diskriminasi terhadap difabel masih saja terjadi di banyak aspek pendidikan. Hal tersebut  diungkapkan oleh Ketua Persatuan Tunanetra Indonesia, Daerah Istimewa Yogyakarta, Dwi Nugroho. Jum’at (7/10). Dw Nugroho mengatakan pentingnya untuk memberikan pendidikan politik kepada seluruh anggota organisasinya yang berjumlah 60-70 orang.

“Agar kawan-kawan netra semisal bisa mengetahui hak-haknya,” ungkap Dwi Nugroho.

Dwi Nugroho mengigatkan anggotanya melalui forum-forum baik itu kecil ataupun besar. “Difabel netra ini bisa menganalisis penyebab selama ini difabel netra kesulitan mendapat kerja juga perihal aksesibilitas tata ruang kota,” kata pak Dwi Nugroho.

Awalnya diskusi berawal dari keluhan-keluhan individu, kemudian ditampung untuk ditindaklanjuti melalui organisasi. Organisasi inilah menurutnya juga penting baik sebagai wadah ataupun alat advokasi. Menurut Dwi Nugroho, kesadaran akan posisi difabel tergantung dari difabel itu sendiri. Ia selalu mengimbau untuk difabel netra lainnya agar dapat bergabung dengan organisasi untuk membangun kesadaran politik.

Bicara tentang pemilihan kepala daerah, Dwi juga berpendapat bahwa difabel harus memiliki daya tawar  dan berhak atas suara pilihannya. “Difabel tidak hanya menjadi pemilih, tetapi juga turut serta mengawal berjalannya pemilihan, seperti aksesibilitas di TPS, semisal” katanya. (Amanda Sulistioningrum)

The subscriber's email address.