Lompat ke isi utama
Seminar tuli nasional

Gerkatin Solo Gelar Seminar Pekan Tuli Internasional

Solider.or.id, Surakarta- Gerakan Kesejahteraan untuk Tunarungu Indonesia (Gerkatin) Solo baru saja menggelar Seminar PekanTuli Internasional pada Sabtu (24/9). Seminar tersebut menjadi bagian dari perayaan hari tuli internasional. Bertempat di Gedung F Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Surakarta, kegiatan ini membahas bahasa isyarat yang dapat membantu perkembangan otak.

Galuh Sukmara, S. Psi,  pendiri sekolah tuli Little Hijabi Bekasi menjadi salah satu pemantik diskusi dalam seminar tersebut. Little Hijabi adalah sekolah tuli pertama yang menerapkan metode dua bahasa dalam sistem pembelajarannya. Hijabi dimaknainya sebagai wadah untuk melindungi tuli dari segala ketimpangan akses. Menurutnya banyak kendala yang dihadapi oleh anak-anak tuli kaitannya dengan akses pendidikan.

“Bahwa guru selalu menulis di papan tulis dan murid-murid tuli menyalinnya ke dalam buku tanpa ada penjelasan sama sekali. Ini masalah. Semestinya metode pengajaran yang diperuntukkan kepada tuli seperti ini mulai dihilangkan karena tidak akses.” tegasnya

Salah seorang tuli yang pernah mendapat dampak dari minimnya akses pendidikan adalah Phieter Angdika. Ia adalah seorang tuli yang mengalami drop-out kuliah karena tidak ada aksesibilitas di kampus, yakni juru bahasa isyarat. Ia menjadi salah satu pembicara dalam seminar dan menyampaikan bahwa juru bahasa isyarat mutlak diperlukan oleh para tuli. Saat ini Phieter menjadi guru bahasa isyarat serta staf laboratorium riset bahasa isyarat di Universitas Indonesia. Ia juga aktif di Pusat Layanan Juru Bahasa Isyarat (PLJ).

The subscriber's email address.