Lompat ke isi utama

Paguyuban Sehati Lakukan Assesment dengan SKPD Sukoharjo

Solider.or.id, Sukoharjo-  Paguyuban Sehati, organisasi difabel Sukoharjo, melakukan penilaian kebutuhanatau assesment kepada 25 satuan kerja perangkat daerah (SKPD) Kabupaten Sukoharjo pada tanggal 7 sampai 23 September 2016.  Kegiatan tersebut merupakan salah satu advokasi peningkatan partisipasi pembangunan melalui anggaran yang inklusif. 

Edy Supriyanto, Ketua Paguyuban Sehati, mengungkapkan bahwa assesment tersebut merupakan salah satu bentuk advokasi perubahan Peraturan Daerah Nomor 7 tahun 2009 tentang Penyandang Disabilitas. Produk hukum tersebut merujuk kepada Undang-Undang tentang penyandang cacat tahun 1997. Perubahan perda diharapkan dengan kesesuaian Undang-Undang Nomor 8 tahun 2016. Tak hanya itu perda yang baru diharapkan mampu untuk harmonisasi dengan perda yang lain : Perda Desa, Perda Bangunan, Perda Perlindungan Anak.

"Tantangan terbesar yang dihadapi saat assesement adalah peningkatan kapasitas difabel Sehati sebagai sebuah organisasi serta perubahan struktur SKPD dengan adanya pergantian struktur tata kelola organisasi," ungkap Edy.

Sejauh ini masih ada SKPD yang menganggap bahwa urusan difabilitas adalah sektor dinaa sosial. "Hasil assesment nanti akan kami paparkan sebagai riset,"pungkas Edy Supriyanto saat ditemui di kantornya, Selasa (13/9)

The subscriber's email address.