Lompat ke isi utama
Universitas Taman Siswa Yogyakarta

Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa Rencanakan Anggaran Aksesibilitas Mahasiswa Difabel

Solider.or.id, Yogyakarta-Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa (UST) Yogyakarta telah memberikan kesempatan kepada semua anak bangsa dengan berbagai perbedaan latar belakang, karakteristik, kemampuan, status, etnik, budaya tanpa kecuali difabel

“UST Yogyakarta terbuka bagi siapa saja, tanpa kecuali bagi mereka mahasiswa difabel.” ungkap Dr. H. Pardimin, M.Pd., Rektor UST Yogyakarta yang berkesempatan ditemui Solider, Selasa (30/8).

Ruh yang dibangun di UST Yogyakarta adalah terus membangun sosial masyarakat kampus yang terbuka, ramah, meniadakan hambatan, dan menyenangkan. “UST adalah kampus kebangsaan dan kerakyatan. UST merangkul setiap keberagaman, saling menghargai, tanpa membedakan,” ungkapPardimin.

Anggaran Aksesibilitas

Berkaitan dengan diterimanya mahasiswa difabel di UST, Pardimin mengusulkan kepada Ketua Program Studi untuk mengajukan anggaran pemenuhan aksesibilitas mahasiswa difabel. Contohnya kebutuhan juru bahasa isyarat untuk mahasiswa Tuli.

Pada kurun waktu tiga tahun terakhir (2014 – 2016), tercatat tiga mahasiswa tuli mengenyam pendidikan di sana. Dua orang pada program studi (prodi) Seni Rupa, yaitu Laksmayshita, dan Yuha, Seorang  lagi Laras, mahasiswa baru tahun pendidikan 2016/2017, pada fakultas pertanian prodi Agro Teknologi.

Sebelumnya perguruan tinggi tersebut telah meluluskan dua orang mahasiswa difabel. Pada 2014 seorang mahasiswa difabel daksa diwisuda dari jurusan psikologi, dan 2015 seorang mahasiswa low vision dari jurusan Bahasa Inggris berhasil lulus.

Selain menerima mahasiswa difabel, UST Yogyakarta juga memberikan kesempatan kepada seorang dosen berkebutuhan khusus mengembangkan karir dan mengajar di kampusnya. Ayu Fitri Amalia, seorang perempuan bertubuh pendek (little people) merupakan pengajar Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Prodi Fisika.

The subscriber's email address.