Lompat ke isi utama
Yoyok, fasilitator dari KPK sedang mengisi materi.

KPK Penuhi Janji Fasilitasi Bangun Tunas Integritas Di Kalangan Difabel

Solider.or.id,Bandung- "Kegiatan ini merupakan untuk sarana menumbuhkan semangat, mengajak difabel menjadi agen perubahan," ungkap Puryono Prakoso, Direktur Direktorat Pendidikan dan Pelayanan Masyarakat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).  Puryono Prakoso ditemui usai sesi hari pertama Training Tunas Integritas Komunitas GRADASI (Gerakan Difabel Anti Korupsi) Bandung “Merancang Integritas Pribadi dan Organisasi” diselenggarakan KPK pada 16-17 Desember 2015 di Hotel Santika, Jalan Sumatra No 52-54, Bandung.

Yoyok sapaan akrabnya menjelaskan, KPK sempat janji kepada teman-teman difabel pada saat membentuk  GRADASI pada 27 September lalu. Iini merupakan bentuk membayar hutang, memenuhi janji. Kami akan coba memfasilitasi membangun tunas integritas dikalangan difabel, 2-3 tahun kedepan KPK masih ada bareng-bareng sama teman-teman GRADASI di Bandung, momen itu yang akan kita manfaatin bener-bener,” terangnya.

 GRADASI bisa dibilang sebagai pertama dan pelopor di Indonesia gerakan antikorupsi yang dimotori difabel. “Gerakan-gerakan banyak, tapi yang akhirnya khusus ke antikorupsi ya baru ini GRADASI. Kami berharap, semangat ini bisa menular ke kota lain, difabel penggerak kota lain untuk juga ngikuti Bandung. Bukan berdiri sendiri-sendiri tetapi berjejaring, nantinya teman-teman difabel bisa nguatin jejaring ke kota-kota lain”, Ucap Yoyok.

Ketua KPK Taufiequrrahman Ruki, menyambut positif keterlibatan difabel dalam pencegahan anti korupsi yang disampaikan Yoyok pada solider (16/12). “Pak Ruki bilang ke saya, pake bahasa ‘loe gua’, gua gak mau tau, gua memang akan berkahir masa jabatannya. Pak ruki Cuma bilang, ‘gua gak mau tau loe punya dana atau engga, gak mau tau punya waktu atau engga, tapi tolong jagain temen-temen GRADASI’”, ujar Yoyok begitu antusias menceritakan semangatnya Ruki kala itu disampaikannya selepas makan malam usai Festival Anti Korupsi di Bandung 10-11 Desember 2015. (Zulhamka Julianto Kadir)

The subscriber's email address.