Lompat ke isi utama
Difabel tuli dan perjalanan studi wisata.

Difabel Yogyakarta Dapat Ajukan Permohonan Studi Wisata ke Dinas Pendidikan

Solider.or.id, Yogyakarta – “Biasanya aku cuma lihat di TV atau youtube saja, tapi hari ini aku senang banget bisa coba langsung snorkling lihat bawah pantai dan ikan bareng teman-teman,” ungkap Muhammad Dafi Muchlisin menggunakan bahasa isyarat kepada Solider.

Dafi merupakan salah seorang Tuli murid SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta yang mengikuti acara studi wisata keluarga besar inklusi SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta pada Senin, (7/12) lalu ke Pantai Sadranan dan Museum Soeharto Yogyakarta. Dafi dan beberapa teman Tuli sudah berdiskusi dan memutuskan untuk mengajak seorang juru bahasa isyarat untuk mendampingi studi wisata kali ini. Usulan mereka diterima oleh ketua panitia kegiatan ini yakni Muhaimin. Dafi menambahkan, mereka mengajak juru bahasa isyarat bukan karena manja, tetapi mereka ingin menunjukkan kepada wali murid dan guru yang ikut bahwa Tuli membutuhkan bahasa isyarat.

Aris Widodo perwakilan dari Dinas Pendidikan kota Yogyakarta  bidang Pendidikan Dasar menyampaikan, “Program ini hanya ingin mewujudkan mimpinya anak-anak karena kalau mereka nggak didampingi kan belum tentu mereka bisa kesini. Mimpi mereka bisa menyelam belum tentu bisa terwujud. Kita sudah berdiskusi dan ambil data dari anak-anak dan mereka inginnya ke sini.”

Aris menambahkan bahwa program ini rutin diadakan setiap tahun dan gratis untuk seluruh siswa difabel. Baik murid, alumni, maupun guru pendamping siswa berkebutuhan khusus di sekolah yang mengajukan proposal ke Dinas Pendidikan dan proposalnya disetujui, maka akan diberikan dana untuk studi wisata yang anggarannya berasal dari program Pendidikan Khusus Layanan Khusus yang ada di Dinas Pendidikan.

“Dengan wisata bersama begini semuanya senang, harapannya guru juga akan terus mengajar dengan hati yang senang kepada murid yang berkebutuhan khusus”, pungkas Aris. (Ramadhany Rahmi)

The subscriber's email address.