Lompat ke isi utama
Suasana Pemilihan Umum Mahasiswa UIN Sunan Kalijaga

Pemilihan Umum Mahasiswa UIN Sunan Kalijaga Tidak Libatkan Difabel

Solider.or.id, Yogyakarta- Mahasiswa difabel tidak begitu mempedulikan Pemilihan umum Mahasiswa (Pemilwa) UIN Sunan Kalijaga yang akan digelar pada 3 Desember 2015 mendatang. Pasalnya, mahasiswa difabel tidak dilibatkan dalam segala proses penyelenggaraan pesta demokrasi yang digelar setiap dua tahun sekali. Hal tersebut dikatakan Muhrisun Afandi selaku ketua Pusat Layanan Difabel (PLD).

“Semisal di kampanye partai-partai saja bisa dilihat, adakah partisipasi mahasiswa difabel di sana? Tidak ada. Bahkan tidak ada sosialisasi dari Panitia Pemilihan Umum Mahasiswa (PPUM) untuk kita,” lanjut Muhrisun (30/11).

Menurut Muhrisun Pemilwa dengan tidak terlibatnya tmahasiswa difabel atau PLD sebagai sebuah konstituen justru menciderai nilai demokrasi. Karena, akses hak politik mahasiswa difabel tidak mendapat perhatian dari pihak penyelenggara pemilwa ataupun birokrasi kampus itu sendiri.

“Pemilwa menjadi gambaran, contoh bagi pesta demokrasi negara kita selama ini. Kalau di kampus saja difabel sudah diabaikan hak politiknya, ya jangan tanya jika di Pemilu nasional juga sama, semisal Pemilukada 9 Desember besok,” tandas Muhrisun.

Ditemui di kantor PLD, Ahmad Fiqry salah satu alumni mahasiswa difabel UIN Sunan Kalijaga mengaku, selama proses kuliah tidak tahu tentang Pemilwa. Menurutnya pemahaman yang masih minim terkait isu difabilitas, khususnya mahasiswa menjadi salah satu faktor tidak adanya partisipasi difabel dalam Pemilwa. Sehingga baik dosen ataupun mahasiswa sebagai pihak penyelenggara tidak menyediakan ruang ataupun tekhnis pemilihannya.

“Bagaimana mau nyoblos, lha wong dari tekhnis pemilihannya saja sudah engga akses buat difabel netra. Nggak pakai braille semisal,” tutur Fiqry.

Hal senada juga dikatakan Ahmad Abdullah mahasiswa semester lima jurusan Pendidikan Agama Islam (PAI). Ia mengaku golput dari pemilwa tahun 2013 karena merasa Pemilwa selama ini tidak berdampak bagi mahasiswa difabel.

“Tahun kemarin saya malah golput. Ya engga ada dampak positifnya buat saya sebagai mahasiswa difabel,” pungkas Fiqry.[Andy R]

The subscriber's email address.