Lompat ke isi utama
antara_news_korbankekerasan. Sumber gambar: antaranews.com

Studi Komparasi Penanganan Kekerasan, Belajar dari Pengalaman

Solider.or.id, Sukoharjo – Sekitar seratusan orang dari Badan Keluarga Berencana, Pemberdayaan Masyarakat dan Pemberdayaan Perempuan (BKBPMPP) Sleman, Yogyakarta melakukan studi komparasi ke Pusat Pengembangan Rehabilitasi Berbasis Masyarakat (PPRBM) Solo. Kegiatan ini berlangsung pada Kamis (12/11/2015).

Bertempat di Kantor PPRBM Solo di Mendungan RT. 01/5, Pabelan, Kartasura, Sukoharjo, kegiatan ini dilakukan guna meningkatkan pelayanan dan pendampingan korban kekerasan terhadap perempuan dan anak difabel.

“Saya di sini cuma nderekke (mengantarkan-red) ibu-ibu kader dari Sleman. Nah sebelumnya ada pelatihan penanganan dan pendampingan korban kekerasan perempuan dan anak difabel. lalu melakukan kunjungan lapangan ke sini,” tutur salah satu anggota rombongan yang juga pegiat CIQAL Yogyakarta, Nuning Suryatiningsih saat ditemui seusai berdiskusi.

Rombongan yang berasal dari stakeholder dari berbagai sektor seperti satuan kerja penyandang disabilitas (SKPD), kader desa, penyedia layanan kesehatan, diterima oleh Program Manager PPRBM, Dyah Roosmawati. Dalam kesempatan ini Dyah memberikan beberapa buku panduan terkait kekerasan terhadap perempuan dan anak difabel.

Sementara itu salah satu Petugas Lapangan (PL) PPRBM Solo untuk isu perempuan dan anak, Sabihis menyatakan bahwa rombongan lebih banyak belajar Rehabilitasi Berbasis Masyarakat (RBM) yang selama ini telah dijalankan oleh PPRBM Solo.

“Mereka masih belum memahami konsep RBM yang kita kembangkan. Kalau pesertanya antusias, mereka banyak yang bertanya,” pungkasnya.

 

The subscriber's email address.